Advertisement

Yeremias Yosef Sere
27 Des 2020, 14.37 WIB
Covid-19News

16 Warga Sikka Positif Covid-19, Pemerintah Batasi Aktivitas Masyarakat

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (Foto:Net)


Sikka, Floreseditorial.com - Hingga Sabtu (26/12/2020), jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Sikka menjadi 16 orang, yang terkonfirmasi melalui transmisi lokal maupun pelaku perjalanan. Guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menginstruksikan kembali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam wilayah Kabupaten Sikka.


Bupati Robi Idong, menjelaskan, mulai Minggu (27/12/2020) hingga Sabtu (9/1/2021), seluruh aktivitas masyarakat dibatasi sampai pukul 18.00 Wita, dan harus sudah berada di rumah masing-masing setelah waktu tersebut. Bagi pelaku usaha, pengelolah dan penanggung jawab tempat usaha, serta fasilitas umum lainnya, wajib berpedoman pada protokoler kesehatan, yakni menyediahkan tempat cuci tangan, alat pengatur suhu tubuh (thermo gun), dan mengatur jarak pengunjung sejauh 1,5 meter.


"Jadi, pelaku usaha pasar, rumah makan, cafe, restoran dan tempat wisata, juga ditutup dari pukul 18.00 Wita. Untuk PUB dan Diskotik, juga ditutup sampai batas waktu yang ditentukan kemudian," jelas Bupati Robi Idong.


Ia menambahkan, seluruh aktivitas tatap muka Lembaga Pendidikan, mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, juga diberhentikan selama 14 hari sejak tanggal pemberitahuan. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan namun pandemi covid-19 masih meningkat, maka akan ditutup sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.


Ia mengatakan, selain hal-hal tersebut, aktivitas keagamaan pada perayaan malam tahun baru maupun tahun baru, juga diwajibkan menggunakan virtual. Sementara itu, lanjutnya, dilarang untuk menyelenggarakan aktivitas yang berpotensi mengumpulkan banyak orang seperti pesta, arisan, urusan adat, pertemuan keluarga, termasuk kegiatan malam tahun baru nantinya.


"Apabila aktivitas tersebut tetap diselenggarakan, maka akan dibubarkan secara paksa oleh Tim Patroli Pengamanan ataupun Tim Penegak Covid-19 Kabupaten Sikka," terangnya.


Ia mengimbau kepada seluruh Camat, Lurah/Kepala Desa, RT dan RW, agar melakukan pendataan dan pengawasan terhadap para pelaku perjalanan, dengan melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan di daerahnya masing-masing. Sementara itu, tambahnya, petugas kesehatan yang bertugas di bandara, pelabuhan laut, transportasi darat dan perbatasan kabupaten, juga harus lebih diperketat terhadap keluar dan masuknya manusia dari dan ke wilayah Sikka.


"Setiap orang yang mau keluar rumah atau menjalankan aktifitas lainnya, agar selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumuman. Dan sesegera mungkin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila adanya gejala penularan covid-19," pungkasnya.