Redaksi Flores Editorial
13 Des 2020, 13.43 WIB
Headline

Ajak Wisatawan Prancis Masuk Zona Merah Erupsi, Bupati Lembata ‘Semprot’ Tour Guide

 

Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T, M.I.P menjelaskan tentang kondisi darurat bencana erupsi Ile Lewotolok. (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata,floreseditorial.com -  Seorang wisawatan asing asal Perancis, mengunjungi Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, pada Jumat (11/12/2020) sore.


Padahal, Desa Jontona adalah salah satu desa dalam kawasan Rawan Bencana III atau zona merah prioritas Erupsi Ile Lewotolok, yang harus dihindari. 


Informasi masuknya wisatawan asin ke dalam kawasan zona merah itu terekam dalam data pelintas di Pos Keamanan yang  disiapkan pemerintah di Desa Watodiri Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. 


Dalam dokumen tersebut, tertulis nama Martina (32), tinggal di salah satu Hotel di Lewoleba. Bersama seorang pria yang mungkin pemandunya. 


Mereka mendaftar sekitar pukul 15.00 Wita dengan tujuan ke Desa Jontona Ile Ape Timur dan kembali sekitar pukul 16.45 wita. 


Saat itu, seperti biasa Bupati Lembata unsur Forkompinda memantau aktivitas di posko tersebut terkait keamanan dan pendataan keluar masuknya warga ke zona merah untuk aktivitas pemberian pakan ternak dan menanam jagung. 


Namun, Bupati Lembata Elaizer Yentji Sunur, tersentak Setelah mengetahui adanya warga negara asing yang masuk. Ia pun langsung mengecek prosedur masuknya wisatawan asing kepada petugas dan pemandunya, yang terdaftar atas nama Marlon Adang. 


“Sudah izin ke pemerintah atau belum? Karena ini kondisi darurat. Dalam keadaan normal, orang asing boleh saja masuk. Tapi ini keadaan darurat. Harus terdata di pemerintah. Kawasan ini belum boleh masuk. Misalnya kalian bawa masuk, kalau terjadi erupsi dan dia ada masalah, itu jadi masalah internasional. Karena tidak terdata. Lalu kita harus beri izin atau tidak, dilihat dari kondisinya,” papar Bupati Sunur, kepada tour guidenya.


Kepada warga asing yang tak bisa berbahasa Indonesia itu, Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T, M.I.P menjelaskan tentang kondisi darurat bencana erupsi Ile Lewotolok. 


Selain itu, Letkol Imanda Setyawan juga menyampaikan kepada tour guidenya agar bisa mengikuti prosedur dalam kondisi darurat tersebut. 


Kepada floreseditorial.com, Martina menjelaskan dirinya datang ke Lembata untuk melihat kegiatan menenum yang dijalankan masyarakat. 


Ia dan pemandunya pergi ke desa Jontona, namun tidak menemukan aktivitas menenun di desa tersebut. 


“Ok, no Problem. I’ll be back to Lewoleba,” ujar Martina.


Berkaitan dengan masuknya warga asing ke Lembata bahkan sampai ke zona merah Erupsi Ile Lewotolok, Bupati Lembata meminta semua pihak untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah, untuk menghindari risiko terdampak eruspi Ile Lewotolok.


“Untuk siapa pun yang datang, termasuk yang membawa warga asing, tolong tetap koordinasi dengan pemerintah. Karena kita dalam kondisi darurat. Pastikan harus berkoordinasi, supaya bisa terdata dan kita tahu tujuannya,” ujar Yance Sunur. (san)