Advertisement

Redaksi Flores Editorial
29 Des 2020, 13.36 WIB
Ekbis

'BUMDes Harus Mampu Mengubah Kualitas Hidup Masyarakat'

Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Tahun Anggaran 2020 Desa Langgasai, Elar Selatan, Manggarai Timur, Senin (28/12/2020). (Foto: Gabrin Anggur)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Seksi Teknologi Tepat Guna (Kasi TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kristina Novita, menegaskan, kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus mampu mengubah kualitas hidup masyarakat desa, serta memberdayakan masyarakat desa.


Hal tersebut disampaikan, Kristina Novita, saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Langgasai di Runus, Kecamatan Elar Selatan, Matim, pada Senin (28/12/2020).


"BUMDes ini hadir dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan juga memberikan pemahaman serta peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya," kata Novita.


Ia menambahkan, keberhasilan BUMDes sangat tergantung pada unit usaha yang ditentukan, serta pengetahuan yang dimiliki oleh pengurus dalam menjalankan kegiatan usaha milik BUMDes tersebut.


"Kami hadir hari ini untuk memberikan bekal kepada seluruh Pengurus BUMDes Langgasai. Semoga dengan pengetahuan yang didapat hari ini, para pengurus diharapkan mampu mengelola BUMDes dengan baik," pungkas Novita.


Ia mengimbau, kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Langgasai bersama seluruh Pengurus BUMDes Langgasai, agar berhitung cermat dalam memilih jenis usaha yang akan dijalankan. Menurutnya, banyak BUMDes yang   bermasalah karena jenis usaha yang dijalankan tidak sesuai kebutuhan masyarakat, hingga akhirnya mengalami kebangkrutan.


"Saya mengingatkan Pemerintah Desa Langgasai dan Pengurus BUMDes ini agar mempertimbangka lagi jenis usaha yang akan dijalankan nanti, jangan sampai BUMDes ini gagal dan tidak membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat Desa Langgasai," kata Novita.


Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Langgasai, Yoseph Karleti, mengingatkan para  pengurus agar bekerja dengan sepenuh hati, sehingga unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Langgasai dapat dijalankan sesuai tujuan dan fungsinya, sehingga membawa dampak positif bagi kehidupan masyakat Desa Langgasai.


"Saya minta kepada para Pengurus BUMDes ini agar selalu kompak dan solid. Kalau ada persoalan kita selesaikan bersama-sama," ujarnya.


Diketahui, BUMDes Langgasai dibentuk pada Tahun 2019, dengan total anggaran awal  sebesar Rp 92 Juta. Dana tersebut bersumber dari Dana APBDes Desa Langgasai Tahun 2019. Jenis usaha yang dikelola oleh BUMDes Langgasai yakni pengadaan material bangunan dan rencana pembentukan Agen BRILink. (gab)