SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Relawan PMI Sterilkan Dapur Umum

Iklan

 


Benediktus Kia Assan
26 Des 2020, 12.01 WIB
News

Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Relawan PMI Sterilkan Dapur Umum

 

Sejumlah Anggota TAGANA Lembata sedang menyiapkan makanan bagi pengungsi Erupsi Ile Lewotolok di Posko Dapur Umum, Eks Rujab Bupati Lembata, Sabtu (26/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata, Floreseditorial.com - Relawan PMI Lembata kembali melakukan langkah pencegahan penyakit menular, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di area Dapur Umum Posko Eks Rujab Bupati Lembata, Sabtu (26/12/2020). 


Jika sebelumnya, penyemprotan disinfeksi dilakukan untuk pencegahan penularan covid-19, kali ini difokuskan untuk pencegahan penyakit menular lain.


Pantauan floreseditorial.com, Relawan PMI yang berasal dari Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Lerahinga, Kabupaten Lembata itu menyemprot lokasi dapur umum. Unit penyiapan logistik makanan bagi pengungsi itu dipimpin oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Lembata. 


Salah satu Anggota Tagana Lembata, Donde Tufan, menjelaskan, pihaknya meminta dukungan disinfeksi dari PMI untuk membasmi vektor penyakit seperti nyamuk, lalat dan juga membersihkan aroma-aroma tidak sedap di area dapur umum.


“Kita minta bantuan PMI untuk semprot di sini. Karena di sini dapur umum, sangat urgent untuk kebutuhan makan minum pengungsi. Apalagi sekarang musim hujan. Jadi secepatnya dicegah agar tidak banyak lalat atau nyamuk di sekitar dapur umum ini. Kita ingin pastikan agar makanan yang kita sediakan bagi Bapa-Mama pengungsi steril dari lalat, nyamuk dan juga bau-bau tidak sedap,” ungkap Donde Tufan, saat ditemui awak media ini di lokasi Dapur Umum, samping timur Eks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Lembata, Sabtu (26/12/2020).


Selain disinfeksi, Tufan, juga meminta respon cepat terkait sejumlah sampah yang masih menumpuk di sejumlah titik dalam area Posko Pengungsian Eks Rujab dan Eks Kantor Bupati Lembata. 


Pantauan media ini, tumpukan sampah di beberapa titik nampak dikerubuti lalat. Selain karena banyak sisa makanan, tumpukan sampah itu juga basah diguyur hujan yang memicu banyaknya lalat di tumpukan tersebut. 


Pada 26 Desember 2020 hari ini, merupakan hari terakhir masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) Tahap II. Sebelumnya, media ini memberitakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan rencana kepulangan pengungsi dari sejumlah desa, menyusul rekomendasi dari PVMBG yang menyatakan berkurangnya radius kewaspadaan erupsi Ile Lewotolok dari empat kilometer menjadi tiga kilometer. Namun sampai saat ini, belum ada aktivitas terkait rencana kepulangan tersebut.