Advertisement

 


Redaksi Flores Editorial
16 Des 2020, 16.49 WIB
Headline

Dana Covid-19 Warga Desa Satar Tesem ‘Disunat’ 50 Persen

Ilustrasi. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat di Desa karena terpaan wabah covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Satar Tesem, Kecamatan  Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), justru melakukan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19.


Tak tanggung-tanggung, pemotongan ini mencapai sebesar 50% kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dilakukan pihak Pemdes Satar Tesem tanpa sepengetahuan KPM.


Menurut KS, salah satu penerima BLT itu, pihaknya menerima BLT sebesar Rp 300.000 per bulan, pada bulan kedua dan ketiga pada tahap pertama. Kemudian pada tahap kedua dan ketiga, yakni Juli hingga oktober, para KPM tersebut hanya menerima BLT sebesar Rp 150.000 per bulan.


"Kami kena pemotongan 50% karena kami mendapat BLT susulan. Sehingga kami hanya menerima Rp 150.000 saja per bulan pada tahap kedua dan ketiga," ungkap KS.


Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Desa (Kades) Satar Tesem, Hendrikus Dagung, saat ditemui di Kantor Desa, Rabu (16/12/2020), membenarkan perihal pemotongan dana BLT tersebut.


"Betul kami melakukan pemotongan sebesar 50% kepada penerima BLT susulan dana covid-19. Keputusan itu diambil berdasarkan kesepakatan bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pada 30 Mei 2020, dan lengkap dengan berita acara," jelas Kades Hendrikus.


Namun diakuinya, pada pembagian tahap kedua dan tahap ketiga, Pemdes Satar Tesem masih mengacu pada kesepakatan pembagian BLT tahap pertama. (pyg)