SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Delapan Orang di Sikka Positif Covid-19 Langsung Dinyatakan Sembuh

Iklan

 


Yeremias Yosef Sere
23 Des 2020, 19.14 WIB
Covid-19

Delapan Orang di Sikka Positif Covid-19 Langsung Dinyatakan Sembuh

Ilustrasi. (Net)


Sikka, Floreseditorial.com -  Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka kembali mencuat, setelah beberapa waktu lalu dinyatakan bebas covid-19 atau Zona Hijau. 


Kali ini, delapan orang yang kembali terkonfirmasi positif dan merupakan cluster PT. Pegadaian (Persero) Cabang Maumere, dimana lima orang merupakan pegawai PT. Pegadaian dan tiga orang lainnya merupakan warga yang melakukan kontak erat dengan para pegawai tersebut.


Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat jumpa pers bersama awak media, di ruang kerjanya, pada Rabu (23/12/2020) menjelaskan, hingga saat ini, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka sebanyak 10 orang. 


“Delapan orang dari PT.Pegadaian dan dua orang lainnya merupakan pasien positif Covid-19 yang masih dikarantina di Ruang Isolasi," jelasnya.


Ia menjelaskan, pemerintah terlambat mengetahui laporan terkait ke delapan orang yang terkonfirmasi positif covid-19 itu.


“Laporan tentang delapan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sangat terlambat, sebab, kita sudah mengirim sampel swabnya pada tanggal empat Desember lalu, tetapi hasilnya baru diinformasikan secara resmi, pada tanggal 22 Desember kemarin. Sehingga, selama 18 hari baru kita bisa mendapatkan laporan secara resmi,” terangnya.


“Walaupun dinyatakan positif Covid-19, namun mereka sudah kembali dinyatakan sembuh. 

Karena mereka sudah menyelesaikan masa isolasi dan karantina secara mandiri selama 14 hari," jelasnya.


Lebih lanjut Ia menambahkan, keterlambatan mendapatkan laporan resmi tersebut, sebagai akibat dari antrian panjang pemeriksaan sampel swab yang padat di RSUD W.Z.Johannes Kupang. 


Karenanya, pihaknya juga sudah mengusulkan kepada para pemangku kepentingan mulai dari daerah, provinsi hingga ke pusat agar bisa membantu satu unit Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kabupaten Sikka.


"Penanganan Covid-19 itu, hasilnya sebenarnya hanya 1x24 jam. Sehingga kalau terlambat seperti ini, berarti penanganan kita tidak tepat waktu dan berpotensi besar terhadap transmisi lokal dan akan berkembang terus," ungkapnya.


Untuk itu, kata Dia, saat ini pihaknya tengah melakukan tracking terhadap warga lain yang sebelumnya melakukan kontak erat dengan delapan orang tersebut dan secepatnya akan dikirim ke Kupang.


“Hari ini, kami telah mengirim 86 spesimen swab ke Kupang, yang merupakan sampel swab dari 43 orang,” katanya.


Sementara, 40 orang lainnya merupakan hasil tracking kontak erat, dua orang reaktif rapid test dan satu orang lainnya suspect.


“Semoga, setelah pemeriksaan nanti hasilnya negatif tetapi biasanya didalamnya ada yang positif Covid-19,” imbuhnya.


Kepada masyarakat, ia mengimbau untuk tidak mengadakan pesta dan menghindari kerumunan serta menahan diri untuk bersilahturahmi selama Natal dan Tahun Baru.


“Karena semuanya berpotensi terjadinya transmisi lokal. Masyarakat harus lebih sadar, waspada dan taat pada protokoler kesehatan," pungkasnya.