Advertisement

Redaksi Flores Editorial
27 Des 2020, 17.00 WIB
Headline

Hasil Penyelidikan Polisi, Ini Penyebab Altar Gereja MBSB Wae Sambi Terbakar

Altar Gereja Paroki MBSB terbakar. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (25/12/2020) siang sekitar pukul 13.00 Wita yang terletak di jantung ibukota Labuan Bajo, tepatnya di Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur  (Foto: Media Indonesia)


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Hasil penyelidikan, Polisi menyimpulkan bahwa penyebab terbakarnya Altar Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, karena korsleting arus listrik yang bersumber dari kabel–kabel listrik yang ada di sekitar meja Altar Gereja itu.


Hal ini disampaikan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, saat meninjau langsung lokasi kebakaran Altar Gereja MBSB Wae Sambi, Labuan Bajo yang terbakar pada Jumat (25/12/2020) sekitar pukul 13.00 Wita.


“Kami mengimbau bagi tempat–tempat ibadah yang lain untuk mengecek kembali kabel–kabel yang ada di tempat ibadah,dan memperhatikan betul kesiapan penyelenggaraan ibadah dengan baik di tempat ibadahnya masing–masing,” imbaunya.


Ia menjelaskan, Altar Gereja MBSB Wae Sambi terbakar sesaat setelah perayaan Misa Hari Raya Natal 25 Desember 2020.


Sementara itu, Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, Rm. Ardi Obot, Pr, mengimbau kepada seluruh umat agar tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut. 


Ia menjelaskan, setelah perayaan Misa Hari Raya Natal, Jumat (25/12/2020) kemarin, Ia sendiri yang memadamkan semua lilin Altar Gereja. Namun demikian, Rm. Ardi Obot, Pr, mengimbau semua umat tetap berpikir positif dan menyerahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa. 


“Ini terjadi di luar kemampuan manusia. Saya sendiri menyerahkannya kepada kuasa Tuhan agar memberi jalan yang terbaik. Kepada seluruh Umat Katolik, saya imbau supaya tetap dalam suasana tenang damai Natal. Jangan berpikir negatif. Kita lebih banyak berdoa menyerahkan semua ini kepada kuasa Tuhan,” pintanya.


Rm. Ardi Obot, Pr, juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi–tingginya kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat yang telah membantu mengamankan seluruh rangkaian Misa Natal, hingga penyelidikan yang sedang dilakukannya menyusul musibah kebakaran Altar Gereja MBSB itu.


“Kepada seluruh umat, khususnya umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi ini, saya ucapkan selamat pesta Natal. Kita telah merayakannya dengan suka cita dan kegembiraan besar," ungkap Romo Ardi.


Ia menyampaikan, terkait peristiwa tersebut, setelah perayaan Misa Natal, pada siang hari di Gereja tersebut, terjadi korsleting listrik yang menyebabkan Altar Gereja Paroki MBSB mengalami musibah kebakaran.


”Saya selaku gembala umat, mengimbau kepada seluruh umat dan kepada seluruh warga masyarakat untuk melihat peristiwa ini bahwa peristiwa ini terjadi di luar kemampuan kita manusia. Ini suatu bencana karena korsleting listrik. Ini force majeure. Artinya, suatu keadaan yang memang terjadi di luar kemampuan manusiawi kita,” katanya.


Diberitakan sebelumnya, meja Altar Gereja Paroki MBSB terbakar. Peristiwa ini terjadi di Lantai II Gereja, yang terletak di jantung Ibu Kota Labuan Bajo, tepatnya di Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (25/12/2020) sekitar pukul 13.00 Wita.