SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Helikopter yang Mengantar Wisatawan ke Wae Rebo Tak Miliki Izin

Iklan

 


Valerius Isnoho
29 Des 2020, 20.06 WIB
Headline

Helikopter yang Mengantar Wisatawan ke Wae Rebo Tak Miliki Izin

 

Vidio screenshoot saat Helikopter tiba di Wae Rebo. 

Manggarai, Floreseditorial.com - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat, angkat bicara terkait helikopter yang mengantar wisatawan ke Kampung Wisata Wae Rebo, pada Senin (28/12/2020) kemarin.


Dihubungi media ini via telepon, Selasa (29/12/2020), Anglus Angkat, mengatakan, pihak penyedia jasa helikopter tersebut tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Manggarai, terkait penggunaan helikopter untuk mengantar wisatawan ke Wae Rebo.


"Prinsip dasarnya, pembangunan Helipad kita di sana itu untuk menangani hal-hal yang bersifat emergensi. Yah, misalnya ada bencana alam, wabah penyakit, kelaparan, kita suport dengan heli untuk memasukkan logistik," ungkap Anglus.


Menurutnya, jika yang berkunjung menggunakan helikopter itu adalah pejabat negara, pihaknya merasa hal tersebut tidak perlu diberitahu dan hal itu diizinkan. 


"Kunjungan wisatawan tanggal 28 kemarin itu tanpa izin. Tidak ada izin. Tetapi pada pinsipnya, pariwisata Wae Rebo itu terbuka untuk umum. Terlepas dari situasi covid-19 di Manggarai, yang terpenting kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Siapa pun yang berkunjung ke sana, harus mematuhi protokol kesehatan," papar Anglus.


Diakuinya, pihaknya masih menunggu klarifikasi apakah wisatawan tersebut merupakan pejabat negara atau bukan.


"Begini, kita lihat klarifikasi tamunya dulu. Kalau misalnya itu tamu negara, menteri, hanya sekadar Dia mau lihat, lalu pulang, saya rasa tidak apa-apa. Pada prinsipnya, yang terpenting diberitahu. Kalau kunjungan wisatawan biasa, boleh berkunjung tetapi tidak boleh menggunakan helikopter," jelasnya.


Ia menambahkan, helikopter yang beroperasi di Wae Rebo pada saat peresmian Helipet tersebut beberapa waktu lalu, dikoordinir oleh Dinas Perhubungan Labuan Bajo bersama BPBD Manggarai Barat. Sedangkan Dinas Pariwisata Manggarai hanya ikut menyaksikan penerbangan pertama di Wae Rebo, untuk skema emergensi dan mitigasi bencana. 


"Sedangkan untuk kunjungan wisata, itu saya rasa di Dinas Perhubungan mungkin, di Labuan Bajo. Tetapi sebetulnya, kalau itu wisatawan biasa, ngapain mereka pakai helikopter. Tetapi saya tidak tau izinnya ke siapa. Soal izin berkunjung ke Destinasi Wisata Wae Rebo, seizin siapa? Mereka tidak izin. Semestinya diberitahu," ungkap Anglus.


Ia mengungkapkan, perihal sanksi bagi wisatawan yang menggunakan helikopter, pihaknya belum membaca regulasinya. 


"Ketika saya tahu prosedur, misalnya soal helikopter itu bisa masuk seenaknya ke tempat pariwista, itu nanti kita lihat. Untuk kita mau proses mereka juga tidak yah. Tetapi kita hanya kesal saja terhadap wisatawan yang pakai helikopter itu tanpa memberitahukan kepada kita. Padahalkan tidak diizinkan," tutup Anglus.