Iklan


 

Benediktus Kia Assan
26 Des 2020, 13.13 WIB
News

Jelang Kepulangan, Ini Permintaan Pengungsi

Maria Dawa dan sejumlah warga Baolaliduli yang tinggal di Posko Pengungsian Eks Kantor Bupati Lembata, Sabtu (26/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)


Lembata, Floreseditorial.com - Jelang kepulangan pengungsi dari sejumlah desa sesuai rekomendasi Pos PGA Ile Lewotolok, para pengungsi menyampaikan sejumlah permintaan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata. Di antaranya adalah stok bahan makanan seperti beras, air bersih dan pakan ternak.


Permintaan tersebut disampaikan, Maria Dawa, warga Desa Baolaliduli, Kecamatan Ile Ape Timur, saat ditemui floreseditorial.com di posko pengungsian terpusat, di Kompleks Eks Kantor Bupati Lembata, Sabtu (26/12/2020). 


"Kami belum punya stok makanan untuk dibawa pulang. Selain itu, kalau bisa kami juga dibantu air bersih dan makanan untuk ternak. Paling tidak, untuk hari-hari awal setelah kami tiba di rumah," terang Maria Dawa.


Maria dan anaknya, Emiliana Lolon, tinggal di salah satu tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah di Lapangan Eks Kantor Bupati Lembata.


Air bersih dan pakan ternak menjadi dua jenis kebutuhan lain yang diminta, Maria Dawa, yang diamini sejumlah pengungsi lain di posko tersebut. Menurut Maria, dirinya mengkhawatirkan tercemarnya air yang ada dalam bak-bak penampungan yang ada di rumah mereka. 


"Kami ada di sini dan pasti setelah erupsi, air hujan yang masuk ke dalam bak air penuh dengan abu. Jadi pasti kami tidak bisa gunakan. Kalau boleh nanti kami kuras airnya, bersihkan bak dan minta diisi air bersih. Kalau soal makanan ternak, itu juga sangat kami butuhkan. Kalau memang di sekitar sini ada yang bisa bantu, supaya waktu pulang, kami bisa bawa. Karena kami punya ternak babi kurang terurus," tambah Maria Dawa.


Desa asal Maria Dawa, yakni Desa Baolaliduli berada di zona merah terdampak erupsi. Namun rekomendasi terbaru dari Pos PGA Ile Lewotolok PVMBG menyebutkan, Baolaliduli sudah keluar dari radius kewaspadaan tiga kilometer. 


Namun menurut Maria, selama lebih dari tiga minggu di posko pengungsian, dirinya tidak punya waktu banyak mengurus ternak dan bak air, saat beberapa kali ke kampungnya.


"Memang saya pernah ke kampung. Sekita dua hari sekali saya ke kampung. Tapi bunyi gemuruh dari gunung masih terjadi. Makanya tidak banyak yang kami buat di kampung," timpal Maria. 


Sementara itu, pada 21 Desember 2020, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, kepada awak media ini menjelaskan, pemerintah sedang mempersiapkan fase pemulihan, sebelum pemulangan para pengungsi.


"Kita sudah punya skema untuk persiapkan pemulihan di setiap desa, sebelum para pengungsi dipulangkan. Yang utama itu persiapan logistik beras. Sedangkan untuk air, nanti tim akan benahi dulu bak-bak airnya. Akan dibersihkan dulu bak-bak air itu, baru diisi air bersih. Karena pasti banyak abu yang masuk. Pastinya, kita akan siapkan semua kebutuhan dasar itu, sebelum mereka pulang," terang Bupati Sunur.


Dari pantauan media ini, Sabtu (26/12/2020), yang adalah hari terakhir masa TDB Tahap II, belum ada kegiatan persiapan pemulangan di tenda-tenda pengungsian. Namun menurut Koordinator Bidang Operasi TDB Erupsi Ile Lewotolok, Ansel Bahi, sejumlah tim sedang berkeliling desa-desa terdampak untuk membersihkan rumah-rumah.


"Sambil tunggu kepastian pemulangan, tim sedang ke kampung-kampung itu untuk bersihkan rumah-rumah warga," terang Ansel Bahi.