Advertisement

Yeremias Yosef Sere
16 Des 2020, 22.45 WIB
Ekbis

Jelang Natal dan Tahun Baru 2021, Harga Telur Ayam di Sikka Merangkak Naik

Telur Ayam. (Antara Foto)


Sikka, Floreseditorial.com - Melonjaknya harga telur ayam menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, merupakan buntut dari kelangkaan yang terjadi di Kabupaten Sikka. Sebelumnya, telur ayam yang dijual di pasaran seharga Rp 52.000, saat ini melonjak naik menjadi Rp 60.000 per papannya.


Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, saat ditemui floreseditorial.com di ruang kerjanya, Rabu (16/12/2020), mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok sembako di beberapa titik, termasuk dari beberapa distributor. 


"Yang kita rasakan sekarang yakni kenaikan harga yang cukup besar pada telur ayam, dari Rp 52.000 naik menjadi Rp 60.000 per papan. Kami juga sedang wanti-wanti dengan stok bawang putih, termasuk tepung terigu dan gula pasir. Kita berharap di masa persiapan Natal dan Tahun Baru ini tidak mengalami kenaikan harga," jelasnya.


Lebih lanjut, Ia menambahkan, untuk mengendalikan harga di pasaran menjelang Natal dan Tahun baru, pihaknya bekerja sama dengan Bagian Ekonomi untuk melakukan Operasi Pasar (OP). Operasi Pasar ini, lanjutnya, dilakukan pada 13 titik yang menjual beberapa bahan pokok seperti minyak tanah, gula pasir, tepung terigu dan juga beras.


"Kita berharap tim ini bisa bekerja untuk mengendalikan harga. Kami dari dinas juga baru selesai OP untuk beras, bawang putih, bawang merah, gula pasir dan beberapa kebutuhan pokok lainnya," terangnya.


Ia menjelaskan, ketersediaan beras masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sikka selama dua bulan mendatang, karena stok di Gudang Bulog masih cukup dan pasokan besar dari Makassar juga cukup banyak untuk setiap harinya. Menurutnya, apabila beberapa bahan kebutuhan mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat, maka pihaknya akan melanjutkan OP.


Dikatakannya, meskipun beberapa bahan pokok cenderung mengalami kenaikan harga, namun masih bersifat fluktuatif dan tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan. Sementara itu, terkait kelangkaan stok telur ayam yang mengakibatkan naiknya harga telur ayam di pasaran, Ia menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada distributor yang mendatangkan telur ayam dari Surabaya.


"Rencananya sekitar empat kontainer yang akan membawa telur ayam dari Surabaya, dengan jumlah masing-masing kontainer sebesar 50 ton. Semoga bisa mencukupi kebutuhan telur ayam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru," harapnya.