SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kasus Dugaan Jual Beli Aset Negara di Labuan Bajo Seret Dua Warga Negara Asing

Iklan

 


FEC Media
17 Des 2020, 20.29 WIB
HeadlineHukrim

Kasus Dugaan Jual Beli Aset Negara di Labuan Bajo Seret Dua Warga Negara Asing

 

Dua warga negara Asing saat tiba di kantor kejaksaan Negeri Labuan Bajo untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan jual beli aset negara.  (Foto: Ist)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com - Dua Warga Negara Asing (WNA) turut diseret dalam kasus dugaan praktik jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.


Kedua WNA tersebut tiba di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat, Kamis (17/12/2020) sekitar pukul 09.00 WITA, untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan jual beli aset negara itu.


Selain menyeret dua WNA, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) juga menyita dua hotel di Labuan Bajo, terkait kasus tersebut.


Dua hotel yang disita adalah Hotel CF Komodo yang berlokasi di Jalan Alo Tanis Lamtoro, Kelurahan Labuan Bajo dan Hotel Adryan yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. 


“Dua unit hotel milik saksi kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Kabupaten Manggarai Barat bernama Veronika Syukur. Hotel beserta tanah disita terkait dugaan korupsi jual beli aset negara,” kata Ketua Tim Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, Roy Riady, mengutip viktorynews.id.


Penyitaan dua unit hotel di Labuan Bajo itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kejati Nomor: Print-15/N.3/Fd.1/10/2020 tertanggal 08 Oktober 2020 dan Penetapan Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1A tanggal 17 Desember 2020.