SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Keberhasilan Metode Kolombia Atasi Stunting di Sikka Capai 96,8 Persen

Iklan

 


Yeremias Yosef Sere
29 Des 2020, 15.45 WIB
News

Keberhasilan Metode Kolombia Atasi Stunting di Sikka Capai 96,8 Persen

Ilustrasi. (Net)


Sikka, Floreseditorial.com - Metode Kolombia merupakan sebuah metode yang dipakai oleh negara Colombia untuk mengatasi masalah stunting di negara tersebut. Metode tersebut terfokus pada keseimbangan gizi, dengan memberikan protein dan karbohidrat kepada anak-anak yang mengalami stunting. Metode Colombia juga akhirnya dipakai oleh beberapa negara lain seperti Bangladesh dan India, yang terbukti mengatasi masalah stunting di negara tersebut.


Guna mencegah dan mengatasi masalah stunting yang telah mencapai angka 4.010 anak, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), melakukan uji coba penggunaan Metode Kolombia sejak Juli 2020, dan ternyata membuahkan hasil yang gemilang.


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, kepada floreseditorial.com saat menutup kegiatan stunting selama enam bulan terhadap 32 anak di Rumah Pemulihan Stunting yang berlokasi di Eks Puskesmas Kopeta, Maumere, pada Senin (28/12/2020), mengatakan, keberhasilan Metode Kolombia terhadap 32 anak tersebut mencapai 98,8 persen.


"Kita sudah melewati masa pemulihan anak-anak stunting selama enam bulan dan ini adalah hari terakhir mereka berada di Lepo Pemulihan Stunting. Sejauh pemantauan dan evaluasi, sangat luar biasa, karena keberhasilan Metode Kolombia terhadap 32 anak stunting di Kabupaten Sikka mencapai 96,8 persen, dan ini sangat signifikan. Para orang tua dari anak-anak tersebut, akan melanjutkan program ini di rumah mereka masing-masing dan mereka akan menjadi pioner untuk pembelajaran anak-anak stunting lainnya yang belum ditangani secara serius," ungkap Kadis Herlemus.


Ia mengatakan, karena Metode Kolombia tersebut dinilai sangat berhasil dan berdampak sangat signifikan terhadap anak-anak stunting setiap bulannnya, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Bupati maupun DPRD Sikka untuk melanjutkan program tersebut pada tahun 2021 mendatang, demi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sikka.


"Ini suatu kebahagian tersendiri, karena saat ini sudah dikurangi 32 anak dari 4.010, jadi tersisa 3.978 penderita stuntung di Sikka. Dan itu harus mendapatkan perhatian serius dari Pemda Sikka agar dapat mengatasi masalah stunting untuk anak-anak Nian Tana," terangnya.


Dihadapan orang tua anak-anak stunting tersebut, Herlemus, berpesan agar senantiasa mengurus anak-anak tersebut dengan baik, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab setiap orang tua.


"Salah besar kalau orang tua lebih mementingkan urusan lain tapi tidak memperhatikan anaknya. Dan alasan itu yang menjadi penyebab anak-anak tidak di bawah ke Lepo Pemulihan Stunting. Itu saya sangat marah dan ini merupakan pembelajaran serta refleksi untuk kita semua," tegasnya.


Ia berharap, para orang tua anak-anak stunting tersebut, sekembalinya dari Lepo Pemulihan Stunting, bisa berdiskusi, sharing dan menerapakan ilmu yang mereka dapatkan selama enam bulan dari tenaga teknis gizi dan para kader, kepada tetangga atau lingkungan sekitar yang memiliki anak-anak stunting namun belum mendapatkan kesempatan tersebut.


Ia menambahkan, untuk seorang anak stunting yang tidak mengalami perkembangan selama enam bulan tersebut, pihaknya akan memberikan perhatian khusus serta melibatkan dokter ahli untuk membantu penanganannya. Pihaknya juga mengharapkan agar 25 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka bisa menerapkan Metode Kolombia, untuk mengatasi masalah stunting di daerah masing-masing.


"Target kita, Sikka bebas stunting tahun 2023. Jadi, kita harapkan komunikasi berjalan dengan baik dan semua pihak bisa menaruh perhatian yang serius terhadap penanganan stunting. Atas nama Pemda Sikka dan Dinas Kesehatan, saya ucapkan terima kasih banyak atas kerja sama semua pihak yang sudah berjuang selama enam bulan untuk menanangi stunting," ungkapnya.


Sementara itu, Nuril Laily, orang tua dari Hasbi, salah seorang anak stunting, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Sikka melalui Dinas Kesehatan, yang sudah melakukan program tersebut, sehingga anak-anak mereka bisa tumbuh sehat dan kuat karena mendapatkan asupan gizi dan protein yang baik selama enam bulan.


Menurut Nuril yang tinggal di Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok tersebut, selama ini para kader juga memberikan makanan yang terbaik buat anak-anak mereka. Dan, lanjutnya, jikalau mereka tidak bisa datang ke Lepo Pemulihan Stunting, maka para kader akan mengantarkan makanan tersebut ke rumah mereka masing-masing.


"Jadi, terima kasih banyak untuk semua pengorbanan Ibu-ibu kader dan juga untuk semua pihak yang ikut terlibat dalam program ini," pungkasnya.