Advertisement

 


Yeremias Yosef Sere
23 Des 2020, 22.12 WIB
News

Lantik Sekda Sikka, Bupati: Hormati Jabatan, Karena Jabatan Mengandung Fungsi

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos., M.Si, saat melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE., M.Si. (Foto: Yeremias Y. Sere)


Sikka, Floreseditorial.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka yang baru yakni, Adrianus Firminus Parera, pada Rabu (23/12/2020), bertempat di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Maumere. Sebelumnya, jabatan Sekda Sikka tersebut diemban oleh, Wilhelmus Sirilus, selama sepuluh bulan.


Bupati Sikka, Robi Idong, dalam sambutannya di hadapan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mengatakan, Kabupaten Sikka sudah memiliki Sekda yang baru, sejak hari ini, di penghujung tahun 2020. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya, karena pelantikan tersebut dinilainya sangat bermartabat, sebab dilakukan melalui Panitia Seleksi (Pansel) Kabupaten Sikka.


Ia menambahkan, di penghujung tahun 2020 ini, tentunya banyak fenomena yang dialami oleh Kabupaten Sikka, seperti pihaknya yang harus bekerja keras dalam menangani DBD sejak awal 2020, kemudian dilanjutkan dengan situasi pandemi covid-19 sejak April 2020 hingga sekarang, dan hal itu sangat melelahkan.


"Banyak anggaran harus disesuaikan dan kebijakan juga harus difokuskan selama ini. Namun, semangat untuk membangun Sikka masih tetap ada dan Sekda Sikka yang baru juga harus bekerja keras untuk Nian Tanah Sikka," terangnya.


Menurutnya, biasanya jabatan sebagai seorang Sekda di daerah-daerah, diambil dari luar daerah tersebut, tapi berbeda dengan pihaknya yang menginginkan seorang Sekda berasal dari Kabupaten Sikka. Sehingga, Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk memberikan dukungan yang penuh untuk Sekda yang baru, karena dipilih melalui Pansel yang ketat dan proses yang panjang.


"Kita harus hormati jabatannya sebagai Sekda, jangan kita anggap enteng karena mungkin Dia teman atau sahabat kita. Karena jabatan ini mengandung fungsi yang sangat penting, untuk mengadministrasikan semua program kegiatan yang ada di daerah ini. Marilah kita semua bekerja dengan penuh loyalitas," jelasnya.


Sekda Sikka yang baru, Adrianus Firminus Parera, usai pelantikan tersebut mengungkapkan, Ia merasa bahagia, terharu dan penuh makna. Menurutnya, momentum pelantikan tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab untuk dirinya. 


Terkait program yang akan dilakukannya sebagai seorang Sekda yang baru, Ia menjelaskan, ada tiga hal yang akan dilakukannya dalam jangka pendek, yang disebutnya sebagai 3R yakni, Revitalisasi, Reorganisasi dan Reorientasi.


Ia mengatakan, Revitalisasi yang akan dilakukannya yakni dirinya mau menghidupkan kembali peran Sekretaris Daerah. Di mana menurutnya selama ini Ia hanya melihat peran Sekda lebih kepada peran simbolik, peran administrasi dan juga peran resepsionis. Tetapi lanjutnya, peran sebagai advisor (pemberi masukan) kepada Bupati Ia rasa belum maksimal.


"Sekda harus mampu memberikan pikiran, masukan, saran, advokasi ataupun edukasi kepada Bupati, sebelum membuat sebuah keputusan atau kebijakan. Peran ini yang saya lihat belum berjalan maksimal. Dan kelemahan ini, baik secara langsung ataupun tak langsung, tetapi sebenarnya itu peran Sekda," jelasnya.


Untuk Reorganasisi, Ia menilai terlalu fragmentasi strukstur yang ada saat ini. Idealnya, kata Dia, struktur yang ada di Sekda tersebut menggambarkan struktur yang ada di perangkat daerah, sehingga ketika seorang Bupati mau meneruskan kebijakan itu, tidak langsung ke dinas terkait. 


"Sebenarnya orang yang ada di Sekda itu, cara berpikirnya harus melebihi kepala dinas, harus sedikit di atas rata-rata. Bupati perlu sekali itu," bebernya.


Sementara itu, untuk Reorientasi, diakuinya seorang Sekda harus membuat tugas tambahan sehingga bisa merumuskan kembali kebijakan dalam pembangunan berkelanjutan. Konsep 3R tersebut rencananya akan dikonsultasikan dan dikomunikasikan dengan Bupati Sikka nantinya.


"Untuk jangka panjang, misalnya dalam penyusunan anggaran, kita tetap berpatok pada kemampuan keuangan daerah. Upaya kita untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini, saya pikir ini merupakan sebuah PR yang harus tetap kita tingkatkan dan saya lihat itu masih bisa optimal nantinya," pungkas mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka itu.