SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Longsor di Lembata, Akses di Dua Kecamatan Terhambat

Iklan

 


Benediktus Kia Assan
29 Des 2020, 12.37 WIB
News

Longsor di Lembata, Akses di Dua Kecamatan Terhambat

Pemuda Leworaja, Kabupaten Lembata gotong royong membersihkan material longsor pada ruas jalan yang menghubungkan Leworaja dan Lembata, Senin (28/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)


Lembata, Floreseditorial.com - Akibat bencana longsor yang dipicu hujan lebat pada 23-24 Desember 2020, ruas jalan yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Lembata terputus. 


Ruas jalan yang menghubungkan Simpang Bauraja - Nubahaeraka - Lebaata, Kecamatan Atadei dan Simpang Leworaja, Kecamatan Wulandoni, terputus lantaran timbunan material batu yang menutupi badan jalan. 


Pantauan media, timbunan material bebatuan mengakibatkan akses masyarakat di dua kecamatan yang melintasi jalur tersebut, menjadi terhambat.


Tokoh Pemuda Desa Leworaja, Tejio Lewar, kepada floreseditorial.com via telepon, menjelaskan, timbunan material bebatuan tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama kegiatan para pembakul ikan. 


“Jalan ini menjadi jalan utama bagi para pembakul ikan, baik yang orang Leworaja maupun orang Atadei yang datang ambil ikan di Leworaja untuk dijual di wilayah Atadei. Hampir setiap hari mereka pergi pulang lewat jalan ini. Mayoritas menggunakan sepeda motor. Ini juga jalan bagi para petani Leworaja yang hendak ke kebun,” terang Lewar.


Ia menambahkan, saat ini, langkah penanggulangan bencana baru dilakukan oleh masyarakat Desa Leworaja secara swadaya. Di mana pada Senin (28/12/2020), puluhan pemuda Leworaja gotong royong membersihkan material bebatuan yang menumpuk di badan jalan. 


“Hari ini kami anak-anak muda di Leworaja, kami bakti bersihkan batu-batu yang tumpuk di jalan. Namun kami swadaya saja, jadi hanya bisa buka sedikit ruang untuk jalan sepeda motor. Tapi ini belum aman, karena banyak material batu di dinding tebing yang kalau hujan lebat lagi pasit akan longsor lagi. Jadi kalau bisa, pemerintah kabupaten bisa bantu alat berat untuk gusur lagi. Supaya lebih aman. Takutnya kalau hujan lebat lagi,” papar Lewar. 


Selain gotong royong membersihkan material longsoran, Tejo Lewar, sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membuat laporan resmi ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata.


Untuk diketahui, Leroaja adalah desa nelayan di pesisir selatan Pulau Lembata dan masuk wilayah Kecamatan Wulandoni. Hasil ikan para nelayan di tempat itu, salah satunya untuk melayani kebutuhan ikan warga di Kecamatan Atadei yang dibawa oleh para pembakul dengan sepeda motor melalui jalan tersebut. Ruas jalan ini berstatus Jalan Kabupaten dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 259 Tahun 2017.