Iklan

Redaksi Flores Editorial
26 Des 2020, 21.10 WIB
HeadlineNews

'Mereka Diduga Berperan di Toro Lema'

Kawasan Toro Lema yang terletak, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendalami keterlibatan sejumlah pihak atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) seluas kurang lebih 30 Ha, yang terletak di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.


Padahal, tanah yang diklaim sebagai milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat itu, nyatanya telah disertifikatkan oleh sebagian orang.


Data yang diperoleh media ini, salah satu pihak yang aktif dalam proses men-sertifikat-kan tanah di Toro Lema adalah, Haji Ramang Ishaka, yang belakangan justru menyebutkan bahwa tanah tersebut milik Pemda Manggarai Barat.


Haji Ramang Ishaka, terlibat dalam proses men-sertifikat-kan tanah milik, Dai Kayus, di Toro Lema, pada tanggal 21 Desember 2015 silam. Pihaknya berperan sebagai Fungsionaris Adat dalam men-sertifikat-kan tanah di Toro Lema, milik Dai Kayus.


Selain Haji Ramang Ishaka, terdapat puluhan nama lain yang terlibat dalam proses penerbitan sertifikat tanah Toro Lema oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Lurah Labuan Bajo saat itu.


Beberapa nama tersebut diantaranya, Muhammad Naser, Abdul Gani, Umar Ali, Maling Pambalas, Ente Puasa, H. Umar Ishaka, Muhamad Syair, Fatimah Badosalam, Mohamad Ali, Baharudin Kamis, Hasan Basri, Samsul Bahri dan Sarul Rol. 


Sementara, hingga saat ini, media belum berhasil mengkonfirmasi pihak-pihak tersebut terkait dugaan keterlibatan mereka dalam proses men-sertifikat-kan tanah di Toro Lema, milik Dai Kayus.