Iklan


 

Ignasius Tulus
15 Des 2020, 16.30 WIB
News

Pakai BPJS, Biaya Perawatan Anak Wakil Ketua I DPRD Matim di Puskesmas Borong Hanya Rp 25 Ribu

 

Bernadus Nuel, Wakil Ketua I DPRD kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Anak  Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Bernadus Nuel, sempat dilarikan ke Puskesmas Borong beberapa waktu lalu karena mengalami kecelakaan ringan.


Bernadus mengakui, karena menggunakan kartu BPJS Kesehatan, biaya perawatan anaknya di Puskesmas Borong hanya sebesar Rp 25 ribu. 


"Karena anak saya pakai kartu BPJS Kesehatan, biayanya cuma dua puluh lima ribu rupiah," ujar Bernadus selasa, (15/12/2020).


Disuruh Beli Es Batu


Ketika mengantarkan anaknya ke Puskesmas Borong, Bernadus Nuel, mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Petugas Kesehatan (Nakes) di puskesmas itu.


Pihaknya diminta oleh Nakes untuk membeli es batu dan mencari palu untuk memecahkan es tersebut. 


"Di Puskesmas, salah satu Petugas Medis menyuruh saya pergi beli es batu untuk kompres kepala anak saya. Ketika saya sudah membelinya, saya juga disuruh carikan palu untuk pecahkan es tersebut," ujar Bernadus.


Karena tidak mendapatkan palu, lanjut Bernadus, dirinya terpaksa memecahkan es batu tersebut di salah satu tiang pintu puskesmas itu.


Bantah Pemberitaan Media


Buruknya pelayanan Nakes di Puskesmas Borong terhadap, Bernadus Nuel, ketika mengantarkan anaknya ke puskesmas itu, akhirnya diberitakan berbagai media online lokal.


Namun, Nuel membantah pemberitaan media-media online tersebut, yang menyebut dirinya ribut dengan Nakes di Puskesmas Borong.


"Saya tidak pernah ribut dengan Petugas Puskesmas. Tidak ada," ucap Bernadus membantah pemberitaan yang beredar.


Menurut Bernadus, ketika Ia dihubungi Wartawan, pihaknya hanya menyampaikan kekesalan terhadap pelayanan salah satu Nakes di Puskesmas Borong.


"Saya tidak pernah ribut, ini berita sangat merugikan saya," tambah Bernadus.


Bernadus mengaku, ketika dirinya membaca pemberitaan media itu, Ia langsung mengkonfirmasi ke pihak Puskesmas Borong.


"Saya sudah konfirmasi ke Puskesmas Borong. Saya tanya mereka, apa betul saya ribut waktu itu, dan petugas bilang tidak. Tapi di berita media tulis saya ribut," tutupnya.