Iklan


 

Benediktus Kia Assan
26 Des 2020, 14.46 WIB
News

Perpanjang Status TDB Erupsi Ile Lewotolok, Pemda Lembata Siapkan Skema Pemulangan

 

Warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata masih menempati posko-posko pengungsian hingga akhir masa TDB II, Sabtu (26/12/2020). Pemerintah kembali memperpanjang Status TDB, terhitung sejak Minggu, 27 Desember 2020 - 2 Januari 2020. (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata, Floreseditorial.com - Untuk kedua kalinya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana (TDB) Erupsi Ile Lewotolok. Perpanjangan status TDB itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Lembata Nomor 368/2020 tentang Perpanjangan Kedua Status Tanggap Darurat Erupsi Ile Lewotolok. Dengan keluarnya SK Bupati tersebut, maka sudah tiga kali pemerintah menerapkan masa TDB Erupsi Ile Lewotolok. 


Masa TDB I dimulai sejak 29 November - 12 Desember 2020 dan diperpanjang sejak 13 Desember - 26 Desember 2020. Sedangkan Masa TDB III terhitung sejak besok, Minggu, 27 Desember 2020 - Sabtu, 2 Januari 2020.


Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lembata, Thomas Tip Des Lelangrian, mengatakan, pemberlakuan masa TDB III dimaksudkan untuk mempersiapkan skema transisi dan pemulangan pengungsi.


"Di masa perpanjangan ini, kita maksimalkan persiapan menjelang pemulangan. Jadi sudah pasti Bapa-Mama dari sejumlah desa bersiap untuk pulang. Namun perpanjangan kedua ini, kita kerahkan tim juga masyarakat terutama anak-anak muda, untuk mulai bersihkan kampung. Rumah-rumah dibersihkan," ujar Thomas Tip Des, saat dikonfirmasi awak media ini di Kantor BPBD Lembata, Sabtu (26/12/2020).


Thomas mengatakan, skema transisi dan kepulangan terdiri daru perbaikan dan pembersihan rumah, pembersihan bak-bak air, pengaturan ritual adat, serta identifikasi kerusakan untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).


"Di masa perpanjangan kedua ini, juga kita maksimalkan identifikasi kerusakan-kerusakan akibat erupsi. Ini terkait skema rehab-rekon. Karena di beberapa desa, terdapat sejumlah kerusakan seperti rumah-rumah. Selain itu, para tokoh adat di desa-desa yang punya kewenangan juga sedang melakukan seremoni (ritual adat, red). Untuk masalah air, bak-bak air yang kotor karena abu, akan dibersihkan dulu sebelum diisi air," papar Thomas.


Kalak BPBD Lembata itu menambahkan, berdasarkan rekomendasi PVMBG Bandung dalam rapat dengan Bupati Lembata dan Forkopimda pada 21 Desember 2020 silam, ada dua desa di Ile Ape Timur yang warganya belum bisa dipulangkan yakni, Desa Jontona dan Lamawolo. Sedangkan di Kecamatan Ile Ape Timur ada tiga desa yakni, Napasabok, Bunga Muda dan Lamawara.