Advertisement

Valerius Isnoho
15 Des 2020, 17.23 WIB
Headline

Proyek Drainase Dalam Kota Ruteng Mangkrak, Warga Minta Kontraktor Segera Lanjutkan Pengerjaan

Proyek drainase dalam kota Ruteng yang belum dilanjutkan pengerjaannya. (Foto: Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com -  Proyek renovasi drainase dan trotoar di jalur Trans Flores, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Ruteng, justru mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.


Pantauan Floreseditorial.com, Selasa (15/12/2020), galian drainase tersebut belum dilanjutkan pengerjaannya.


Meski sebagian proyek renovasi tersebut sudah dikerjakan, namun ratusan meter lubang bekas galian yang tersisa itu belum dikerjakan sama sekali, hingga menyisahkan air dan sampah yang tersumbat. 


Akibatnya, beberapa tembok penahan bangunan di sekitar lokasi tersebut jebol. Salah satunya, tembok penahan UPTD Puskesmas Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.


Fheby Irene, salah satu pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut, menyampaikan kekecewaannya dengan kondisi jalan yang belum dilanjutkan pengerjaannya itu.


"Sebagai pengguna jalan, tentu merasa terganggu dengan adanya drainase yang tidak diselesaikan sampai tuntas seperti ini," ungkap Irene.


Menurut Irene, lubang bekas galian tersebut menjadi salah satu penyumbang penyebab   kecelakaan yang belakangan marak terjadi di sekitar lokasi tersebut.


"Ini jalur utama, yang mana jumlah kendaraan yang lewat setiap hari sangat banyak. Jadi harapan kami agar pihak kontraktor segera memperbaiki kondisi drainase ini, supaya jalan ini bisa digunakan dengan lebih nyaman," katanya.


Senada, Kepala UPTD Pusmesmas Kota Ruteng, Wily Hasiman, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terganggu dengan kondisi drainase di depan Kantor Puskesmas Kota yang belum dilanjutkan pengerjaannya.


“Sebelum ada penggalian, di area ini kami gunakan sebagai area parkir. Karena galian ini, UPTD Puskesmas Kota sekarang tidak ada lokasi parkir lagi," Jelas Wily.


Sebagai pengguna, Ia merasa resah dengan pengerjaan proyek yang belum dilanjutkan tersebut.


“Sampai sekarang belum ada perbaikan. Sebagai pemilik rumah di situ, tentu sangat terganggu," ungkap Wily.


Ia bahkan berencana menemui pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.


“Tetapi kami tidak tahu siapa dan dari mana kontraktor itu. Saya sudah berupaya sebelumnya untuk mencari tau keberadaannya,

sampai saat ini belum juga berhasil,” tukasnya.