Advertisement

Redaksi Flores Editorial
23 Des 2020, 18.45 WIB
News

Ribuan Babi di Manggarai Barat Mati Terserang Virus ASF

Ilustrasi. (Net)


Floreseditorial.com, Manggarai Barat - Ribuan ekor babi di Kabupaten Manggarai Barat, terkonfirmasi mati terserang Virus African Swine Fever (ASF)


Data yang dihimpun media ini dari dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten setempat, hingga Selasa (22 Desember 2020), total Babi yang mati dan telah dilaporkan sebanyak 1020 ekor, 

sementara yang belum dilaporkan belum diketahui jumlahnya.


Drh.Teresia Asmon, kepala dinas Peternakan dan Kesehatan hewan kabupaten Manggarai Barat, menjelasakan, penyakit yang menyerang babi di Manggarai Barat, khususnya di kecematan Lembor, Lembor Selatan, dan Welak positif African Swine Fever (ASF) berdasarkan hasil tes laboratorium balai besar Veterier Denpasar.


“Karena ini virus baru, kita belum ada obat dan vaksinnya, jadi satu-satunya cara kita mengatasinya dengan merubah prilaku peternak, dan kita tau itu susah” jelas Teresia kepada floreseditorial.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/12/2020).


Menurutnya, Pemeritah tengah berkomunikasi dengan pihak gereja untuk terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi, agar pertenak terus menjaga kebersihan kandang agar tidak ada virus yang masuk baik lewat manusia atau lewat pakan.


“Jika ada pedagang yang hendak membeli babi usakan cuci tangan, kaki pakai sabun atau deterjen. Kita tidak tau dia terkontaminasi atau tidak,” kata Dokter Teresia.


Virus ASF, kata dia, hanya bisa  menyebar melalui kontak langsung dengan babi yang terinfeksi, juga  melalui pakan yang terkontaminasi. 


“Bisa juga bisa lewat air atau hewan lain yang memakan daging babi yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melaui udara. Babi yang telah mati harus dikuburkan secara mandiri oleh peternak,” imbuhnya.