SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Warga Desa Pogon Ditemukan Gantung Diri di Pohon Alpukat

Iklan

 


Yeremias Yosef Sere
30 Des 2020, 12.28 WIB
Hukrim

Warga Desa Pogon Ditemukan Gantung Diri di Pohon Alpukat

Ilustrasi. (Net)


Sikka, Floreseditorial.com - Entah apa yang merasuk hatinya, seorang pria yang berasal dari Degit, Desa Pogon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka ini, nekad menghabisi nyawanya dengan cara mengantungkan diri di ranting pohon alpukat. Korban yang diketahui bernama Ardianus Loku (28) ini, diperkirakan menghabisi nyawanya, pada Minggu (27/12/2020) lalu dan baru ditemukan, pada Selasa (29/12/2020).


Kapolres Sikka melalui Kapolsek Waigete, Ipda. Razes P. Manurung, dalam keterangan yang diterima floreseditorial.com, pada Selasa (29/12/2020) menuturkan, awal kejadian bermula ketika adik kandung korban, Yohanes Watu, kembali dari Desa Aibura, Kecamatan Waigete, pada Minggu (27/12/2020) sekitar pukul 21.00 Wita dan menemukan korban duduk di atas bale-bale dapur, sehingga Yohanes langsung masuk kamar untuk tidur. Keesokan harinya, lanjutnya, pada Senin (28/12/2020) sekitar pukul 08.00 Wita, Yohanes bangun dari tidurnya namun tak melihat korban lagi di rumah mereka. 


"Ketika Yohanes tidak melihat korban, dia tidak berpikir apa-apa tetapi langsung memasak nasi untuk menunggu korban pulang dan makan. Kemudian Yohanes bersiap diri untuk pergi lagi ke Desa Aibura dan bermalam disana," tuturnya.


Ia menambahkan, pada Selasa (29/12/2020) pukul 08.00 Wita, Yohanes kembali lagi kerumah mereka, tetapi korban juga tak kunjung pulang. Sehingga, Yohanes dan keluarganya, pergi mencari korban di kebun yang berjarak 1 Km dari rumah mereka. 


Lebih lanjut Ia menjelaskan, setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Wair Taa Wau, Desa Pogon, Yohanes bersama keluarga melihat korban sudah tergantung pada ranting pohon alpukat, diatas ketinggian sekitar 5 meter, dengan menggunakan tali nilon warna biru. Dan, lanjutnya, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.


"Karena merasa kasihan, adik korban yang lainnya, yakni Albertus Alo, langsung memanjat pohon alpukat tersebut, membuka tali dan menurunkan korban ke tanah. Melihat kejadian itu, Yohanes langsung kembali kerumah dan memberitahukan hal tersebut kepada keluarga. Sehingga pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Waigete melalui telepon," jelasnya.


Mendapat laporan tersebut, pihaknya pun langsung mendatangi TKP dan melakukan tindakan kepolisian, diantaranya olah TKP, meminta keterangan dari beberapa saksi dan mengevakuasi korban menuju rumah duka, yang dipimpin langsung dirinya sebagai Kapolsek Waigete.


Menurutnya, korban juga akhirnya dilakukan pemeriksaan luar oleh Bidan Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Pogon. Keluarga korban, kata Dia, menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, Saat ini, lanjutnya, jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka, di Desa Pogon Waigete.


Informasi yang diterima floreseditorial.com, setelah beberapa waktu lalu pulang merantau dari Kalimantan, korban diketahui tidak banyak bercerita, hanya memilih diam dan sering mengeluhkan sakit kepala/pusing. Korban juga selama ini hanya tinggal serumah dengan kedua adik kandungnya tersebut.