Iklan

Benediktus Kia Assan
29 Des 2020, 13.31 WIB
News

Warga Negara Asing Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Ile Lewotolok

  

Piter Ame, Pegiat Yayasan Bensa Ema saat menyerahkan bantuan sembako dari WNA asal Inggris dan Amerika, kepada Tim Logistik Posko Utama TDB Erupsi Ile Lewotolok, Senin (28/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata, Floreseditorial.com - Bantuan bagi pengungsi erupsi Ile Lewotolok Lembata tak hanya datang dari warga Indonesia. Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat dan Inggris, turut menyalurkan bantuan mereka.


Bantuan belasan WNA tersebut digabung dengan bantuan warga Indonesia di Jakarta, dan disalurkan melalui Yayasan Pusat Kegiatan Belajar mengajar (PKBM) Bensa Ema.

 

Salah satu Pegiat Yayasan PKBM Bensa Ema, Piter Ame, menjelaskan, pihaknya dipercayakan sejumlah WNA tersebut sebagai penyalur bantuan sosial mereka bagi para pengungsi erupsi Ile Lewotolok.


“Kami membangun hubungan baik dengan orang-orang yang punya kepedulian dengan kondisi di sini. Oleh karena itu, setelah mendengar bahwa ada bencana erupsi di Lembata, mereka sepakat untuk berdonasi dan disalurkan lewat Bensa Ema. Kita sangat menghargai kepercayaan itu, dan terima kasih untuk donasinya bagi warga terdampak. Bantuan berupa sembako itu sudah kita salurkan ke sejumlah posko sejak tanggal 24 Desember 2020,” terang Piter Ame. 


Bantuan sembako yang disalurkan terdiri dari 290 kg beras, 720 butir telur ayam, 17 box besar mie instan dan 60 liter minyak goreng.


Selain menyerahkan langsung bantuan ke Posko Utama, bantuan tersebut juga sebagian disalurkan langsung ke para pengungsi melalui Komunitas Relawan Kopral Lembata.


Untuk membantu pemerintah, bantuan tersebut disalurkan bagi pengungsi dari tiga desa, yakni 93 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Amakaka, 17 KK dari Desa Tanjung Batu dan 33 KK dari Desa Waowala.

 

Nelly N. Andon, WNA asal Inggris yang mengkoordinir penggalangan donasi warga Amerika dan Inggris, menjelaskan, pihaknya tergerak membantu karen melihat kondisi kesulitan masyarakat yang merayakan Natal dalam suasana himpitan dua musibah, yakni pandemi covid-19 dan erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok.


“Ketika dunia berduka karena covid-19, saudara-saudara kita di Lembata berduka yang lebih dalam, karena saat mereka berjuang memerangi covid-19, mereka juga dihadapkan dengan letusan Gunung Api Ile Lewotolok yang mengancam keselamatan penduduk, sehingga mereka tidak mudah melakukan aktivitas sehari-harinya dengan bebas. Susah membayangkan betapa banyaknya duka yang mereka hadapi saat ini. Ketika banyak di antara kita bersedih, hanya karena tidak bisa bertemu kelurga dan berpesta pora tanggal 25 Desember 2020 merayakan Natal akibat covid-19, mereka mengalami lebih dari itu. 


Kami serombongan Ibu-ibu dari UK, USA dan Indonesia, menyisihkan sedikit uang kantong kami untuk mengirimkan sedikit sembako untuk meringankan penderitaan mereka. Semoga bermanfaat bagi mereka yang terkena dampak musibah ini," papar Nelly N. Andon, melalui pesan WhatsApp yang diteruskan Piter Ame kepada awak media ini. 


Untuk diketahui, Bensa Ema adalah sebuah lembaga pendidikan non formal yang berkedudukan di Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Hingga 29 Desember 2020, lembaga tersebut masih membangun komunikasi dengan para donatur WNA tersebut untuk sejumlah dukungan lain yang mungkin masih dibutuhkan para pengungsi, termasuk kelak setelah mereka kembali membangun kampungnya yang terbengkalai, sejak ditinggal pergi sebulan silam.