SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Wisatawan Wae Rebo Berkunjung Menggunakan Helikopter, Ada Apa?

Iklan

 


Valerius Isnoho
29 Des 2020, 13.21 WIB
Headline

Wisatawan Wae Rebo Berkunjung Menggunakan Helikopter, Ada Apa?

Vidio Sreenshoot saat Helikopter tiba di Wae Rebo 



Manggarai, Floreseditorial.com - Sebuah video perjalanan wisata ke Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan helikopter beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi 42 detik tersebut, lima orang anggota keluarga yang berpakaian serba putih, tampak mengunjungi obyek wisata Kampung Adat Wae Rebo menggunakan helikopter. Dalam video, nampak helikopter terpakir di Helipad yang  dibangun Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama masyarakat. 


Penelusuran Floreseditorial.com, video tersebut diunggah oleh Firman Syah, fotografer wisatawan tersebut yang berdomisili di Labuan Bajo. Melalui sambungan telepon, Firman, mengaku telah melakukan perjalanan wisata ke Wae Rebo menggunakan helikopter. Jasanya digunakan rombongan wisatawan tersebut untuk dokumentasi perjalanan. 


“Betul, kami lakukan perjalanan wisata ke Wae Rebo pakai helikopter, tadi (28/12/2020),” jawab Firman singkat.


Menurut Firman, wisatawan tersebut merupakan satu anggota keluarga. Mereka melakukan perjalanan Labuan Bajo - Wae Rebo hanya beberapa jam, pergi dan pulang. Namun sayang, Firman, tidak bisa memberitahu identitas lengkap rombongan keluarga tersebut dengan alasan menjaga privasi tamu.


Pada video tersebut, nampak jelas logo perusahaan penyewaan helikopter tersebut yakni Fly Komala. Diduga, rombongan keluarga itu mengunjungi Wae Rebo menggunakan helikopter carteran milik perusahaan tersebut. Dalam web resmi flykomala.com, perusahaan itu menawarkan jasa sewa helikopter dan transportasi udara di Indonesia sejak tahun 2010.


Kunjungan wisata ke Wae Rebo menggunakan helikopter oleh rombongan kelurga itu ramai diperbincangkan di media sosial. Patut diduga, kehebohan itu terjadi karena hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah ataupun pihak-pihak yang memiliki otoritas terhadap tempat wisata Kampung Adat Wae Rebo, perihal izin menggunakan helikopter ke Wae Rebo untuk tujuan kunjungan wisata.


Melansir Kompas.com, pada September 2020, BOPLBF bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Manggarai melakukan peninjauan landasan helikopter sebagai jalur evakuasi udara. Langkah ini diambil untuk memperkuat Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana di Wae Rebo.


Menurut Direktur Utama BOPLF, Shana Fatina, jalur evakuasi memang jadi salah satu target pemerintah sejak Kampung Adat Wae Rebo kembali aktif menjadi tempat kunjungan wisata.


“Jaminan keamanan dan keselamatan masyarakat dan wisatawan Wae Rebo menjadi prioritas, terutama di masa pandemi seperti ini," ujar Shana Fatina melalui siaran pers dari Divisi Komunikasi Publik BOPLF pada Rabu (23/9/2020).


Kini, peruntukan Helipad di Wae Rebo tidak lagi sesuai tujuan awal yakni kebutuhan emergensi dan mitigasi bencana, namun telah digunakan untuk kunjungan wisata. Patut diduga, Pemerintah Daerah dan BOPLF yang memiliki otoritas terhadap Kampung Adat Wae Rebo, memiliki agenda terselubung yang tidak dibuka ke publik.


Floreseditorial.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat, melalui pesan WhatsApp dan Line telepon untuk dimintai keterangan, namun tidak ada respon.