Iklan

Yeremias Yosef Sere
6 Jan 2021, 19.38 WIB
Covid-19

18 Puskesmas di Sikka Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Foto: Ilustrasi (net)


Sikka, Floreseditorial.com - Sebanyak 18 puskesmas di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) disiapkan sebagai pusat vaksinasi covid-19. Namun, belum diketahui berapa jumlah kuota vaksin covid-19 yang disiapkan untuk wilayah tersebut.


Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, ketika ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (6/1/2021).


“Vaksinnya sudah ada di Kupang sejak kemarin (5/1/2021). Ada 13.200 vaksin. Kita masih menunggu informasi untuk pendistribusian ke setiap kabupaten/kota, dan kuotanya untuk Sikka akan disampaikan juga,” terangnya.


Ia mengatakan, persiapan Kabupaten Sikka untuk menerima vaksin covid-19 tersebut sudah matang. Dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka, pihaknya menyiapkan 18 puskesmas sebagai pusat vaksinasi.


“Mengapa demikian, karena 18 puskesmas ini mempunyai jaringan internet. Presiden Jokowi menginginkan harus adanya akses internet. Di mana, hari ini pelaksanaannya, saat ini juga terlaporkan secara terpusat, agar Beliau dapat memantau progres vaksin di seluruh Indonesia,” jelasnya.


Ia mengatakan, vaksinasi covid-19 untuk tahap awal akan diprioritaskan kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sikka.


“Total Nakes kita ada 1.887 orang. Tetapi akan lihat lagi, karena vaksin ini mempunyai syaratnya yakni, tak boleh ada gula darah, hipertensi dan penyakit bawaan lainnya,” sebutnya.


Petrus menambahkan, seorang yang mau melakukan vaksinasi, harus terlebih dahulu melakukan registrasi melalui aplikasi. Kemudian, masih harus menunggu jawaban dari pusat, apakah seseorang tersebut bisa atau tidak mengikuti vaksinasi covid-19.


“Kalau pusat mempertimbangan bahwa tidak bisa, berarti tidak usah datang ke tempat vaksin. Tetapi kalau bilang bisa, maka datanglah ke tempat vaksinasi,” tuturnya.



Namun lanjutnya, setelah datang ke tempat vaksinasi tersebut, juga tidak langsung dilakukan vaksinasi karena harus diperiksa terlebih dahulu oleh tim medis.


“Untuk vaksinasi ini tidak mudah tahapannya. Vaksin itu memicu kekebalan tubuh, sehingga saat virus masuk tetapi vaksinnya sudah ada. Ini sebenarnya seperti vaksin biasa, hanya secara global, maka harus diperlakukan secara khusus,” ungkapnya.


Herlemus menyampaikan, setelah vaksinasi untuk Nakes selesai, akan dilakukan vaksinasi tahap keduanya untuk para pejabat, dan yang ketiganya untuk seluruh masyarakat. Vaksinasi tersebut, lanjutnya, akan mulai dilakukan diatas tanggal 9 Januari 2021.


Berdasarkan informasi yang diterima, pada tanggal 7 hingga 9 Januari 2021, akan dilakukan zoom meeting untuk pelatihan vaksinator covid-19.


“Vaksin ini juga ada pengecualian, yaitu untuk Ibu hamil dan usia di atas 60 tahun. Tetapi untuk Nakes, memang harus divaksin duluan, karena mereka selamat baru bisa menyelamatkan orang lain,” pungkasnya.