Advertisement

Valerius Isnoho
6 Jan 2021, 10.43 WIB
HeadlineNews

Adakah FPI di Manggarai?

 

Pendemo FPI melambaikan bendera organisasi dalam aksi menuntut Gubernur Ahok lengser, di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, 1 Juni 2015. (Foto: TEMPO/Dian Triyuli Handoko)


Manggarai, Floreseditorial.com - Pemerintah Pusat baru-baru ini resmi membubarkan Organisasi Massa (Ormas) Front Pembela Islam (FPI), karena dinilai melanggar konstitusi serta tidak memiliki legal standing.


Pembubaran ormas besutan, Riziek Shihab, itu diteken sejumlah menteri yakni, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelijen Negara, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dengan nomor surat 220-4780 tahun 2020, nomor M.HH-14.HH05.05 tahun 2020, nomor 690 tahun 2020, nomor 264 tahun 2020, nomor KB/3/XII tahun 2020, nomor 320 tahun 2020, tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Pemberhentian Kegiatan Front Pembela Islam.


Pasca pembubaran Ormas FPI itu, keberadaan FPI di daerah kini dipertanyakan masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Manggarai. 


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manggarai, H. Amir Faisal Kelilauw, mengatakan, Ormas FPI tersebut tidak pernah ada di wilayah Manggarai. 


Ia menyebutkan, MUI Manggarai selalu bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan, dalam menjaga kerukunan umat di wilayah Manggarai. 


"Tidak pernah ada ormas yang bernama FPI itu di wilayah Manggarai. Jadi, pembubaran Ormas FPI itu menjadi domain MUI Pusat di Jakarta," kata Mantan Asisten Bidang Kesra zaman Bupati Frans Sales Lega itu, Selasa (5/1/2021) malam. 


Ia menambahkan, MUI Manggarai sebagai wadah pemersatu umat, selalu membangun kerja sama lintas agama melui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manggarai. 


"Selama ini kita selalu guyub menjaga kerukunan antar sesama umat beragama di wilayah Manggarai. Persaudaraan itu tidak pernah luntur dan selalu kita rawat, sampai kapan pun," ujar Amir.


Ia mengakui, selama ini MUI Manggarai aktif melakukan pemantauan terhadap gerak-gerik pendatang baru yang masuk wilayah Manggarai. Menurutnya, hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. 


"Karena tidak ada agama mana pun di muka bumi ini yang mengajarkan perpecahan,  apalagi pembunuhan dan terorisme. Jadi itu menjadi musuh kita bersama dan harus diperangi bersama," pintanya.