Iklan

Rian Laka
22 Jan 2021, 13.01 WIB
News

Antar Jazad Theofilus, Mobil Jenazah Kehabisan Bensin

 

Penyambutan dan Penyerahan Jenazah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende Kepada pihak keluarga di Bandara H. Hasan Aroebusman Ende. (Foto: Ist)

Ende, Floreseditorial.com - Jenazah Theofilus Lau Ura Dari, korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 asal Kabupaten Ende, akhirnya tiba di Bandara H. Hasan Aroebusman Ende, Jumat (22/1/2021).


Tiba di Ende, perwakilan keluarga korban merasa kecewa dengan penanganan jenazah oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende, yang dinilai tidak serius menanggapi hal tersebut.


Hal itu diungkapkan perwakilan Keluarga korban, Benediktus Beke, kepada media ini via telepon seluler, Jumat (22/1/2021) pagi.


"Setelah kami tiba di Ende, kami disambut secara seremonial oleh Pemda Kabupaten Ende. Namun, kami merasa seremoni penyambutan dilakukan setengah hati. Bahkan, mobil ambulans yang digunakan untuk mengantar jenazah, kehabisan bensin," ungkap Benediktus.


Benediktus menilai, berbagai persiapan penyambutan yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Ende sangat minim fasilitas. Termasuk mobil ambulans yang kehabisan bensin, menurut Benediktus, pihak Pemda Ende melaksanakan penyambutan tersebut dengan setengah hati.


"Kami sebenarnya tidak perlu kecewa. Karena kami keluarga bisa tiba di Ende. Tetapi kami disambut secara seremonial dengan persiapan-persiapan begitu minim. Kami melihat bahwa kami disambut setengah hati, dengan tidak dipersiapkan dengan baik," tutur Benediktus.


Ia mengatakan, sebagai perwakilan keluarga korban yang telah berupaya membangun komunikasi dan koordinasi dengan awak media dan pemerintah melalui live streaming dengan Bupati Ende, pihaknya merasa sangat kecewa lantaran penyambutan tersebut tidak dipersiapkan dengan baik.


"Perlakuan ini sama seperti orang yang muat ternak antar belis. Bensin habis diisi di airport. Saya terus terang saja, saya sangat kecewa. Kami juga keluarga biasa dan bukan orang hebat," ungkapnya.


Ia mengatakan, jika pemerintah mengambil peran untuk menerima jenazah secara protokoler, maka hal tersebut semestinya dilakukan dengan baik.


"Tetapi kalau kenyataan seperti ini, lebih baik tidak usah sama sekali, dari pada dibuat untuk mengecewakan, untuk apa. Keluarga di Pora memberi informasi kepada saya, bahwa seluruh masyarakat sangat kecewa," keluh Benediktus.


Meski demikian, Ia menyadari, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk menyalahkan siapa-siapa. 


"Yang terpenting, setelah yang kami alami hari ini, tidak seperti yang kami harapkan. Meskipun tadi sempat bensin habis, namun kami tidak punya pilihan lain. Karena kalaupun menggunakan travel untuk mengangkut jenazah, mereka pun tidak mungkin mau," papar Benediktus.


Pihak keluarga berharap, terkait penyambutan satu jenazah lainnya atas nama, Shelfi Daro, yang akan berlangsung besok, Sabtu (23/1/2021), Pemda Kabupaten Ende dapat melakukan penyambutan tersebut dengan persiapan yang lebih baik.