Advertisement

Robert Nong Soni
8 Jan 2021, 11.11 WIB
NewsPendidikan

Banyak Siswi Hamil Duluan, Sekolah di Flotim Berlakukan Tes kehamilan

 

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)

Flores Timur, Floreseditorial.com - Menyusul tingginya kasus kehamilan bagi siswi di SMA Negeri 1 Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada tahun 2020, maka mulai Januari 2021, diberlakukan Tes Kehamilan setiap tiga bulan sekali di sekolah tersebut.


Hal itu disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Solor Selatan, Yohanes Parinbala Kukun, dalam Rapat Terpadu Komite dan Sekolah, dalam rangka Evaluasi Belajar Peserta Didik Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021, pada Rabu (6/1/2021). 


Ia mengatakan, hal tersebut merupakan kesepakatan Lembaga SMA Negeri 1 Solor Selatan bersama Orang Tua/Wali Siswa, yang tertuang dalam Berita Acara Nomor 01/121.25/BA//SMAN 1.SS/I/2021 tentang Kesepakatan Pemberlakuan Tes Kehamilan bagi Peserta Didik pada Lembaga Pendidikan SMA Negeri 1 Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, tertanggal 6 Januari 2021.


"Tahun pelajaran sebelumnya, kita sudah membuat kesepakatan bersama tentang peserta didik yang hamil dan menghamili. Kita sepakat berlakukan denda atau sanksi, dengan membayar uang senilai Rp 2.000.000 per peserta didik. Langkah ini kita tempuh hanya untuk mendisiplinkan peserta didik dalam pergaulannya dengan teman lawan jenis. Dan uang sanksi ini dipergunakan untuk pembangunan di lembaga pendidikan ini,” ungkapnya.


Ia menabahkan, keputusan tersebut dimaksudkan agar peserta didik fokus belajar. Di mana mereka bisa belajar dari pengalaman buruk temannya. Diharapkan, para peserta didik mengingat dan memperhitungkan upaya orang tua untuk membiayai sekolah.


“Selama tahun 2020, ada tiga siswi yang hamil dan dua siswa yang mengundurkan diri. Ini merupakan angka tertinggi sejak sekolah ini berdiri pada Juli 2014," ungkap Yohanes. 


Namun diakuinya, sanksi uang senilai Rp 2 juta tersebut belum mampu menyadarkan peserta didik. Pemberlakuan Sistem Belajar Dari Rumah (BDR) di masa pandemi covid-19, turut memicu peserta didik semakin sering berhubungan via media sosial (medsos). 


"Belajar online menjadi alibi sebagian mereka (peserta didik, red) dihadapan orang tuanya," katanya. 


Dalam Berita Acara Kesepakatan yang ditandatangani dua orang Perwakilan Orang Tua/Wali Komite Sekolah mengetahui Kepala Sekolah, sedikitnya ada tujuh point yang ditekankan.


Point pertama menegaskan, mulai Januari 2021, diberlakukan Tes Kehamilan bagi semua siswi di sekolah tersebut. Mendukung program itu, pihak sekolah akan membentuk tim bekerja sama dengan Petugas Kesehatan (Nakes) di wilayah tersebut. Dan pada point terakhir, ditegaskan bahwa kesepakatan itu menjadi kesepakatan awal dan sekaligus dirunut menjadi program sekolah kedepannya.




Ketua OSIS SMA Negeri 1 Solor Selatan, Kristina Gloria Kolin (16), mengatakan, pihaknya beserta teman-teman yang lain sangat mendukung program tersebut.


"Saya dan teman-teman sangat mendukung program ini. Jujur, kami sedih sekali ketika ada teman kami yang harus putus sekolah karena hamil. Di OSIS, kami juga memprogramkan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja SMA di sekolah ini. Kesehatan reproduksi itu penting agar kami lebih mengenali pribadi kami, saling menjaga dan mendukung. Program ini belum terlaksana karena pandemi covid-19,” jelasnya.


Ia berharap, pandemi covid-19 cepat berlalu, agar kegiatan pengembangan diri melalui wadah OSIS bisa terlaksana dengan baik. 


Sementara itu, salah satu orang tua siswa yang hadir saat kegiatan, Bernardus H.Werang,  mengajukan keberatan sebelum akhirnya menyepakati.


"Saya mengapresiasi niat baik kita semua, tetapi saya lebih melihat dampak sosial dan emosional anak dan orang tua ketika mengalami kondisi ini. Anak sudah hamil dan bayar denda Rp 2 juta, tetapi harus putus sekolah. Apakah kita bisa cari solusi lain agar siswa bisa lanjutkan sekolah, khusus Siswa Kelas XII yang namanya sudah dikirim ke pusat dan tinggal ikut ujian akhir,” tuturnya. 


Forum menjelaskan, jika Siswi Kelas XII yang hamil dipertimbangkan ikut ujian, maka akan membuka peluang buruk bagi peserta didik lainnya.


Pantauan media, Rapat Terpadu Komite dan Sekolah dalam rangka Evaluasi Belajar Peserta Didik Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021 tersebut dibagi dalam dua shift, mengikuti protokol kesehatan covid-19, menyusul Flotim masuk zona merah covid-19.