Advertisement

Yeremias Yosef Sere
5 Jan 2021, 12.32 WIB
News

Basarnas Maumere Pulangkan Korban Hanyut di Perbatasan Indonesia - Australia

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B, I Putu Sudayana, ketika berada di rumah, Anton, korban yang selamat dari hanyutnya kapal sampai ke perbatasan Indonesia - Australia. (Foto: Yeremias Y. Sere)


Sikka, Floreseditorial.com - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membantu memulangkan seorang korban yang selamat atas hanyutnya sebuah kapal di perbatasan Indonesia - Australia, pada Senin (4/1/2021).


Korban yang diketahui bernama, Anton (42), merupakan warga Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana, dalam keterangannya pada Senin (4/1/2021), mengatakan, korban yang hanyut dengan sebuah kapal hingga sampai ke perbatasan Indonesia - Australia tersebut, dievakuasi dengan selamat oleh Tim Basarnas Ambon. Selanjutnya, korban di bawah ke Saumlaki, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dengan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Barata.


Ia menambahkan, dari Saumlaki, korban kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan pesawat menuju Ambon, pada Sabtu (2/1/2021). Selanjutnya, melanjutkan lagi penerbangannya dari Ambon menuju Makassar, pada Minggu (3/1/2021).


"Dari Makassar, saudara Anton menggunakan pesawat lagi menuju Maumere, dan tiba di Bandara Frans Seda pada Senin (4/1/2021) pukul 07.30 Wita," terangnya.


Ia menjelaskan, setelah menjemput korban di Bandara Frans Seda Maumere, pihaknya yang didampingi Kepala Subseksie Operasi dan Siaga, I Wayan Suwena, bersama tim, langsung bergerak mengantar korban menuju rumah kediamannya di Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flotim.


"Pukul 12.30 Wita, Tim Basarnas Maumere bersama Saudara Anton tiba di Desa Pantai Oa dengan selamat. Dan Saudara Anton juga dalam keadaan sehat walafiat," ungkapnya.


Menurutnya, sebelum pihaknya melakukan penyerahan korban kepada pihak keluarga, terlebih dahulu dilakukan upacara adat penyambutan untuk korban, yang digelar oleh para Tokoh Adat di daerah tersebut.


Upacara adat tersebut disaksikan langsung oleh Kapolsek Wulanggitang, Danramil Wulanggitang, Pengawas Kapal, Ketua Adat Desa Pantai Oa dan juga keluarga korban.