Iklan

FEC Media | Verified Writer
20 Jan 2021, 23.26 WIB
Pendidikan

Buruknya Sarana Pendidikan di Manggarai

 

Gedung SDI Rabok, Desa Love, Reok Barat, Manggarai. (Foto: Kordianus Lado)

Manggarai, Floreseditorial.com - Indikator dalam menentukan kualitas pendidikan, salah satunya adalah sarana dan prasarana sebagai penunjang mutu pendidikan. Sebagai contoh, gedung sekolah yang menjadi pusat kegiatan belajar mengajar, harus dijadikan prioritas utama Pemerintah Daerah (Pemda).


SDI Rabok, salah satu sekolah dengan status sekolah negeri di Desa Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, memiliki gedung sekolah dengan kondisi yang sangat memperhatikan.


Salah satu Tenaga Pengajar SDI Rabok, Teofilus Sosimus Pan, ditemui media ini di SDI Rabok, Rabu (20/1/2021), mengatakan, gedung sekolah tersebut dibangun pada tahun 2016 oleh warga secara swadaya.


"Terlihat jelas bahwa gedung tersebut dibangun dengan dinding dan atap dari bambu, sehingga kondisi gedungnya cepat lapuk dan rusak berat," ujarnya.


Pantauan floreseditorial.com, sekolah tersebut dapat dikategorikan tidak layak. Namun hingga kini, belum ada upaya perbaikan untuk gedung sekolah tersebut.

Para murid yang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di teras sekolah. (Foto: Kordianus Lado)


Teo menambahkan, pada semester satu, mereka masih menggunakan gedung sekolah yang kondisinya rusak dan lapuk itu. Namun saat ini, mereka merasa terancam lantaran kondisi gedung yang sudah rusak parah. 


"Jika hujan turun, air masuk dan membasahi ruangan, dan siswa yang sedang belajar," ungkapnya. Kami menggunakan satu ruangan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dengan rombongan belajar berjumlah 40 orang. Dan karena tempatnya tidak cukup, kami juga menggunakan teras untuk dijadikan tempat KBM," jelasnya.


Ia berharap, pemerintah dan dinas terkait dapat merespon hal tersebut dan segera membangun gedung yang baru.(Kordianus Lado)