Iklan

Ignasius Tulus
1 Jan 2021, 19.46 WIB
News

Cacat Sejak Lahir, Lesti Butuh Perhatian Pemda Matim

 

Yoktavia Lesti Selung (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com—Sudah berusia 19 tahun, hingga kini Yoktavia Lesti Selung, asal Desa Lento, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT belum bisa bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya.


Putri kelahiran 11 Juli 2002 itu  mengalami cacat. Tubuhnya terlihat kurus kerempeng. Saat ini, Ia hanya bisa melewati hari-harinya diatas kasur. Ia terus terbaring. 


Sedihnya lagi, selain tak bisa duduk dan berjalan, anak kedua dari pasangan Rikardus Rus (44) dan Maria Nur (42) itu ternyata tidak bisa berbicara juga.


Prihatin dengan kondisi anaknya, Ayah Lesti, Rikardus Rus mengaku sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun dari pihak lainnya.


"Dia sudah berusia 19 Tahun, kalau dia (Lesti) sekolah, pasti sudah duduk di bangku SMA Kelas 3. Namun sampai sekarang tidak bisa berbicara dan tidak bisa duduk apalagi jalan. Selama 19 Tahun dia masih berbaring lemas" Papar Rikardus dengan nada sedih kepada Floreseditorial.com, Jumad ( 1/1/2020).


Ia menceritakan, saat berumur setahun, Ia bersama istrinya pernah mengantarkan putrinya itu ke petugas kesehatan.


"Menurut mereka, anak saya gizi buruk," ujarnya lagi.


Rikardus mengisahkan, hingga kini, anaknya tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah desa Lento dan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT.


Ia mengaku, pada tahun 2018 dirinya sudah mengantarkan foto anaknya itu ke pihak dinas sosial matim berdasarkan permintaan salah satu staf dinas sosial. Namun hingga kini, lanjut dia, Putrinya itu tidak diperhatikan pemda.


"Sudah 19 Tahun, tidak ada pihak pemerintah yang perhati terhadap anak kami. Kami hanya butuh perhatian pemerintah agar kiranya, anak kami Lesti diperhatikan seperti anak-anak cacat lainnya. Bahkan yang kami sayangkan, dari pihak pemerintah Desa, sudah meminta berkas identitas Lesti yang katanya akan diperhatikan, namun sampai hari ini belum ada kejelasan," Tutup Rikardus.