SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Cold Chain Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Vaksinasi

Iklan

 


FEC Media
20 Jan 2021, 14.50 WIB
News

Cold Chain Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Vaksinasi

 

Ilustrasi (Pixabay.com)

Kupang, Floreseditorial.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima alokasi vaksin sebanyak 13.200 dosis pada tahap pertama, yang akan diperuntukkan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes).


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi NTT, dr. Mese Ataupah, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal di Provinsi NTT, telah dimulai sejak Kamis (14 /1/2021), ditandai dengan penyuntikan vaksin bagi Pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama. 


Vaksinasi tahap pertama bagi Nakes di Provinsi NTT, telah dimulai di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Jumat (15/1/2021). Vaksin diberikan kepada 20 Pejabat publik dan 5.032 Nakes di dua kabupaten/kota tersebut dengan rincian, sepuluh Pejabat serta 3.474 Nakes di Kota Kupang, dan sepuluh Pejabat serta 1.558 Nakes di Kabupaten Kupang. 


Untuk vaksinasi tahap pertama di Kota Kupang, diberikan dosis masing-masing dua kali 7.440 vial. Sementara di Kabupaten Kupang, diberikan dosis masing-masing dua kali 2.120 vial. 


Pemprov NTT berencana melakukan vaksinasi massal tahap pertama terhadap 6.600 Nakes yang bertugas di Fasilitas Kesehatan (Faskes) se-NTT. 


Karena itu, Pemprov NTT melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi berharap, vaksin sinovac untuk para Nakes yang belum divaksin, dapat tiba pada pekan ini. 


“Minggu depan kita berharap ada lagi tambahan vaksin dari pusat, untuk kita segera distribusikan kepada semua kabupaten yang telah siap rantai dinginnya dengan baik,” ujarnya.


Kepada semua Dinkes di tingkat kota maupun kabupaten, agar mempersiapkan cold chain dengan baik. Hal ini harus dipastikan, karena vaksin covid-19 sinovac tergolong vaksin yang sangat sensitif. Hanya dapat bertahan pada suhu antara 2°C hingga 8°C.


“Sekali lagi, diperingatkan, vaksin ini sangat sensitif. Bila kurang dari 2°C atau lebih dari 8°C, maka vaksin akan cepat rusak. Kita minta teman-teman di kabupaten kota untuk mempersiapkan dan memperhatikan cold roomnya,” tegasnya.


Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Benediktus Polo Maing, meminta Dinkes NTT terus melakukan koordinasi dan mengecek persiapan Kabupaten dan Kota Kupang, terkait pelaksanaan vaksinasi. 


Ia menegaskan, persiapan cold chain jadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelaksanaan vaksinasi.