Iklan

FEC Media
19 Jan 2021, 17.06 WIB
Covid-19Pendidikan

Corona Melejit, Pemda Matim Berlakukan KBM Dari Rumah

 

Ilustrasi KBM dari rumah (pixabay.com)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Kasus positif virus corona atau covid-19 di wilayah Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. 


Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari rumah bagi siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Bonifasius Hasudungan, mengatakan, karena semakin meningkatnya kasus positif covid-19 di Manggarai Raya khususnya Kabupaten Matim, semua siswa akan melakukan KBM dari rumah.


Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Matim, Bonifasius Sai, mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan selama 14 hari ke depan.


Tak hanya menerapkan KBM secara daring (dalam jaringan), Pemda Matim juga menetapkan kebijakan KBM secara luring (luar jaringan).


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Matim, Basilius Teto, mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 420/PPO/I/2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur.


Edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, serta mengacu pada Instruksi Gubernur Nusa tenggara Timur Nomor 443/106/PK/2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 pada Satuan Pendidikan di Provinsi NTT. 


Dalam surat tersebut, kebijakan KBM dari rumah diterapkan hingga Sabtu (30/1/2021). Selain itu, setiap satuan pendidikan diwajibkan menyiapkan bahan ajar secara daring dan luring.




Secara terpisah, Koordinator Pengawasan SMA dan SMK Kabupaten Matim, Lukas Sumba, menjelaskan, SMA dan SMK juga menerapkan belajar dari rumah selama 14 hari ke depan.


Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sekda Matim, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Matim, terkait kebijakan tersebut.


"Saya sudah mengirimkan informasi itu kepada seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Manggarai Timur," kata Lukas, Senin (19/1/2021).