Iklan

Valerius Isnoho
12 Jan 2021, 11.54 WIB
News

Covid-19 Meresahkan Warga, Hery Nabit: Pemda Manggarai Harus Segera Bertindak

 

Bupati Manggarai terpilih, Herybertus G. L. Nabit. (Foto: Ist)

Manggarai, Floreseditorial.com - Bupati Manggarai terpilih, Herybertus G. L. Nabit, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) segera mengatasi keresahan masyarakat, terkait trend kasus positif covid-19 di Manggarai yang terus meningkat.


Pasalnya, hingga Senin (11/1/2021), berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai, terdapat 102 orang positif rapid test antigen. Sementara itu, sebanyak 98 orang dinyatakan positif covid-19, dengan rincian sebanyak 11 orang masih dalam perawatan, 86 orang dinyatakan sembuh, dan satu orang meninggal dunia.


Ia menyampaikan, banyak masyarakat yang mulai resah dengan sistuasi kasus positif covid-19 tersebut. Apalagi, hingga kini belum ada keputusan Pemda Kabupaten Manggarai terkait langkah pencegahan dan penanganan memutus rantai penyebaran covid-19.


“Saya banyak dapat laporan masyarakat bahwa mereka sudah mulai resah. Kasus covid-19 terus meningkat, sementara belum ada keputusan terkat langkah pencegahan. Karena pengamatan saya, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, tidak ada tanda-tanda kalau masih pandemi covid-19,” katanya kepada sejumlah awak media, Selasa (12/1/2021).


Ia berharap, Pemda Kabupaten Manggarai segera mempertimbangkan terkait peraturan pembatasan aktivitas masyarakat, terlebih khusus tempat-tempat umum yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti, pasar, sekolah, tempat ibadah, terminal, pelabuhan, tempat pesta dan kegiatan masyarakat lainnya.


“Pemda harus segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menerapkan PSBB atau langkah lainnya yang dianggap perlu, untuk mengatasi penyebaran covid-19 di Manggarai. Protokol kesehatan juga harus ditegakkan,” ujarnya.


Ia mengimbau, Pemda Kabupaten Manggarai perlu kembali melakukan sosialisasi di tempat-tempat umum berkaitan dengan 3M, untuk tetap mengingatkan masyarakat.


“Bulan April, Mei, dan Juni 2020, Aparat Pemerintah secara masif mengelilingi Kota Ruteng untuk selalu ingatkan masyarakat. Seharusnya itu dilakukan lagi sekarang,” katanya.


Hery Nabit berharap, Pemda Kabupaten Manggarai menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap untuk semua Tenaga Kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas, pustu, maupun fasilitas kesehatan lainnya.


“Tenaga Kesehatan juga harus diperhatikan, karena banyak kasus di tempat lain justru Tenaga Kesehatan yang terkonfirmasi postif covid-19 jumlahnya lebih banyak, itu salah satunya karena APD yang tidak memadai,” terangnya.


Pasangan  Heribertus Ngabut itu, juga meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 Manggarai agar menyampaikan informasi secara masif kepada masyarakat, terkait rapid test antigen, seperti apa prosedurnya dan siapa saja yang bisa melakukannya, jumlah orang yang sudah mengikuti rapid test antigen, harus disampaikan kepada masyarakat.


Senada, Kepala Biro Humas Provinsi NTT, Marianus Jelamu, meminta masyrakat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengan cara disiplin memenuhi protokol kesehatan.


“Selalu memakai masker, mencuci tangn dengan sabun di air mengalir, dan menghindari kerumunan sekaligus tidak menciptakan kerumununan. Batasi penyelenggaraan pesta-pesta dengan cara mengurangi jumlah orang,” tuturnya.


Menurutnya, jika sudah ada klaster perkantoran, maka harus lakukan kerja dengan sistem shift dan adakan penyiraman disinfektan di berbagai ruangan dan area publik lain. 


“Diminta Gugus Tugas Kabupaten Manggarai didukung TNI dan POLRI, sampai dengan  Ketua RT, untuk melakukan kontrol dan pengawasan masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan,” jelasnya.


Ia menambahkan, misa atau ibadat keagamaan sebisa mungkin mengurangi kapasitas jumlah umat atau jamaah, dengan memperbanyak frekuensi misa atau ibadat. 


“Selalu menjaga imunitas tubuh dengan asup makanan bergizi, olahraga dan istrahat yang cukup, berjemur di matahari secara rutin dan sebagainya,” tutupnya.