Iklan

Yeremias Yosef Sere
16 Jan 2021, 12.11 WIB
Covid-19

Dalam Sepekan, Warga Positif Rapid Antigen di Sikka Meroket

 

Ilustrasi (net)

Sikka, Floreseditorial.com - Dalam waktu sepekan terakhir, total pemeriksaan test antigen di Kabupaten Sikka mencapai 263 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang dinyatakan positif rapid test antigen.


Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefina Francis, pada Sabtu (16/1/2021).


“33 Orang yang positif rapid test antigen itu, belum termasuk pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium swasta dan tiga rumah sakit lainnya,” jelasnya.


Ia mengatakan, kondisi saat ini, Kabupaten Sikka hanya menggunakan rapid test antigen untuk tracking kontak erat dan menentukan suspeck/terduga kasus covid-19. Sehingga, dalam sepekan terakhir ini, terjadi peningkatan hasil rapid test antigen yang positif.


“Itu artinya, makin banyak suspeck, baik dari yang kontak erat, pelaku perjalanan maupun dari screening yang dilakukan secara aktif, terutama oleh lembaga keuangan dan bank.  Dari hasil rapid test antigen positif, akan dilanjutkan dengan pengambilan sample swab untuk pemeriksaan PCR,” terangnya. 


Ia menjelaskan, saat ini, Ruang Isolasi RSUD T. C. Hillers Maumere juga hampir dinyatakan penuh, di mana sudah terisi 14 pasien dari 15 tempat tidur yang ada.


Untuk itu, demi menekan angka penyebaran kasus, Dinas Kesehatan sudah membuat aplikasi melalui Google Crome, untuk mendata pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan oleh Laboratorium Swasta. 


"Hal tersebut agar memudahkan untuk dilakukannya tracking kontak erat, pengawasan dan pemantauan dalam karantina," ungkapnya.


Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan kasus covid-19, Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan dua Rumah Sakit Swasta sebagai RS Second Line sesuai SK dari Pemprov NTT, sehingga dapat menyiapkan tempat tidur tambahan.


“Jadi, RS St.Gabriel Kewapante akan menyiapkan 12 tempat tidur. Sedangakan RS St. Elisabeth Lela, akan menyiapkan 16 tempat tidur,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka itu.


Ia menambahkan, tempat tidur tambahan tersebut baru bisa digunakan jika sudah memenuhi standar minimal ruang infeksi.


“Itu sesuai yang dipersyaratkan oleh Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (PPI) untuk kasus covid-19,” terangnya.


Menurutnya, selain dua rumah sakit swasta tersebut, RSUD T. C. Hillers juga akan menambahkan delapan tempat tidur di Ruang Paviliun, yang nantinya akan digunakan sebagai ruang perawatan isolasi covid-19.


Sementara itu, Ia mengungkapkan, satu orang pasien positif covid-19 yang selama ini dirawat di Ruang Isolasi Dinas Kesehatan, sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang, karena telah menjalani karantina selama 14 hari.


“Oleh karena itu, kita perlu waspada. Disiplin melakukan protokol kesehatan adalah kunci pencegahan yang bisa dilakukan saat ini,” tandasnya.