Iklan

Redaksi Flores Editorial
8 Jan 2021, 12.16 WIB
kesehatanNews

Desa Teno Mese Duduki Peringkat III Penderita Stunting Terbanyak di Elar Selatan

 

Ilustrasi (net)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Penderita stunting di Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menduduki peringkat ke-3 kasus stunting terbanyak di Elar Selatan.


Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Teno Mese, Zakarias Rimas, saat menyerahkan bantuan alat timbang berat badan kepada Kader Kesehatan yang bekerja di lima pos posyandu di desa tersebut, pada Kamis (7/1/2021).


Ia mengatakan, bantuan alat timbang tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Desa (Pemdes) Teno Mese kepada Tenaga Kesehatan, dalam upaya pencegahan stunting pada anak di wilayah tersebut. Selain itu, bantuan itu merupakan jawaban Pemdes Teno Mese atas keluhan Kader Kesehatan, terkait kurangnya fasilitas di pos posyandu.


“Selama ini, Kader Posyandu mengeluh karena alat timbang yang ada sudah rusak. Untuk itu, kami memberikan bantuan alat timbang yang baru dan lebih bagus, sehingga hasil pengukurannya lebih akurat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, alat timbang yang pengukurannya tidak akurat, dapat berdampak pada data laporan berat badan anak. Sehingga,  meskipun tidak dikategorikan sebagai penderita stunting, namun dalam lapora masuk kategori stunting.


“Hasil pengukuran menjadi tolak ukur dalam menulis laporan. Kalau hasil pengukuranya tidak akurat, bisa saja anak yang sebenarnya bukan penderita stunting dilaporkan sebagai penderita stunting, begitupun sebaliknya,” pungkasnya. 


Ia mengatakan, jumlah penderita stunting di Desa Teno Mese masih sangat tinggi, bahkan menempati urutan ke-3 sebagai desa dengan jumlah penderita stunting terbanyak di Kecamatan Elar Selatan.


“Kasus stunting di Desa Teno Mese, masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, kami sebagai Pemerintah Desa bekerja sama dengan tenaga kesehatan, terus berusaha agar kasus stunting ini semakin berkurang," tutupnya. (Gabrin Anggur)