Iklan

Adrianus Paju
23 Jan 2021, 00.29 WIB
HeadlineHukrim

Di Cibal, Adik Tebas Kakak Kandung Menggunakan Sebilah Parang

Korban saat dievakuasi. (Foto: Adrianus Paju)


Manggarai, Floreseditorial.com - Fransiskus Sales Jermat (18), Pelajar asal Wudi, Desa Wudi, Kecamatan Cibal, ditebas menggunakan sebilah parang hingga mengalami kritis, oleh adiknya sendiri, Yohanes Waur (16), pada Jumat (22/1/2021).


Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cibal, Iptu Heribertus D. E. Edot, membenarkan peristiwa yang terjadi antara kakak beradik itu.


Ia mengisahkan, kejadian bermula ketika, YW, kembali ke rumah usai membantu orangtuanya memikul padi dari sawah. Tiba di rumah, YW, beristirahat sejenak, sembari mengambil handphone dan charger-nya.


Saat itu, charger handphone tersebut tengah digunakan oleh korban, FSJ. Karenanya, pelaku meminta charger tersebut.


Saat pelaku tengah men-charge handphone-nya, sang kakak menyuruhnya untuk menanak nasi. Namun karena lelah usai memikul padi, YW, tidak melakukan apa yang kakaknya perintahkan itu.


Tak terima dengan respon adiknya, FSJ, kemudian menghampiri, YW, lalu mengambil charger secara paksa dan mengeluarkan kata-kata dalam bahasa daerah, "Ho,o keta di haeng'm hau laku" (saatnya saya mendapatkan kau), sambil mencekik leher adiknya itu.


Sontak, perlakuan tersebut tidak diterima oleh sang adik, hingga Ia mengutarakan kalimat, "Jangan, sebelum kepala saya dipengaruhi setan".


Tak menghiraukan kata-kata sang adik, FSJ, malah mencekik sang adik makin kuat, hingga membenturkan kepala, YW, ke dinding rumah mereka.


Emosi pelaku meluap. Ia mengatakan, sang kakak hanya tinggal di rumah dan tidak pernah membantu mengangkat padi milik mereka dari kebun.


Pelaku pun memberontak hingga terlepas dari cekikan korban. Saat itulah, pelaku melihat sebilah parang, tepat di samping rak di ruangan tengah rumah. Dengan cepat pelaku mengambil parang tersebut, lalu menebas sang kakak di bagian lengan. Korban sempat lari keluar rumah, namun pelaku dengan cepat mengejar, dan kembali mengayunkan parang tepat mengenai bagian punggung sang kakak.


Akibat peristiwa tersebut, korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Pagal. FSJ, mengalami enam luka sayatan parang yakni, tiga luka besar di bagian lengan kiri dan tiga di bagian punggung.


"Kedua kakak beradik tersebut hingga kini masih berstatus pelajar, dan saat ini masih menempuh pendidikan di salah satu SMK di Ruteng. Pelaku diamankan sekitar pukul 11.00 Wita oleh Anggota Polsek Cibal bersama Bhabinsa Koramil 1612/01 Cibal, Sertu Belasisus Not," ungkap Iptu Heribertus.