Iklan

Adrianus Paju
19 Jan 2021, 17.43 WIB
Covid-19

Diagnostik Covid-19: Manggarai Berlakukan Rapid Test Antigen Sejak Desember 2020

 

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Asumta Ene Djone. (Foto: Ist)

Manggarai, Floreseditorial.com - World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, pada 16 Desember 2020 lalu menyatakan, rapid test antigen bisa digunakan sebagai penegakan diagnostik covid-19.


Meski demikian, sampai saat ini, Kementrian Kesehatan belum mengeluarkan panduan terbaru apakah positif rapid test antigen bisa dipastikan positif terkonfirmasi covid-19. Sebab saat ini, seseorang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 jika positif hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Polymerase Chain Reaction (PCR).


Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Asumta Ene Djone, Selasa (19/1/2021).


Menurutnya, rapid test antigen merupakan pemeriksaan awal atau skrining untuk mendeteksi virus corona yang terdapat dalam tubuh seseorang. Dan hal itu, sudah dilakukan di Manggarai sejak Desember 2020 lalu.


“Kemarin kan sudah. Yang besar-besaran bulan Desember, Mahasiswa Santo Paulus Ruteng, sebelum KKN sekitar 600 Mahasiswa di-rapid. Pelaku perjalanan yang hendak ke Jawa/Bali juga diberlakukan wajib rapid antigen,” jelasnya.


Ia menambahkan, mulai awal Januari 2021 hingga saat ini, mekanisme pelaksanaan test untuk mengetahui seseorang terkonfirmasi postitif virus corona, banyak dilakukan. 


Hal itu juga dilakukan apabila terdapat permintaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan kelompok masyarakat lainnya melalui surat, selanjutnya diatur jadwal. 


"Sehingga untuk yang pernah melakukan kontak erat dengan mereka-mereka yang sudah di-rapid test sebelumnya dan hasilnya positif, akan diatur waktu di setiap kegiatan untuk dilakukan rapid tes antigen," katanya.


Ia menambahkan, saat ini pihak Dinkes Manggarai tidak bisa lagi melakukan pemeriksaan PCR terhadap mereka yang dinyatakan positif rapid antigen, karena terjadi antrian panjang di provinsi.


“Kami mengirim swab, Rabu minggu lalu, 18 sample dari 18 orang, sampai saat ini belum ada hasilnya. Kami akan lakukan pengambilan swab kalau hasil yang dikirim minggu lalu sudah ada,” ungkapnya.


Menurutnya, saat ini, pihak Dinas Kesehatan memiliki kewenangan untuk melakukan rapid tes antigen terhadap masyarakat, selain Rumah Sakit Umum yang melakukan rapid test antigen kepada pasien dan tenaga medis.


“Untuk masyarakat di Dinkes, RS hanya utk pasien RS, dan tenaga medis mereka. Rapid test-nya dari Dinkes Manggarai. Sementara untuk setiap kecamatan, harus berkoordinasi dengan puskesmas agar bisa dilakukan rapid test antigen,” tukasnya.


Pihaknya menganjurkan kepada warga yang telah dinyatakan positif hasil rapid antigen, untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari dengan mengobati gejalanya. Apabila gejala berlanjut, maka segera menghubungi petugas Puskesmas atau pihak Dinkes.