Iklan

Adrianus Paju
18 Jan 2021, 22.55 WIB
Covid-19

Dinkes Manggarai Lakukan Skrining Terhadap Seluruh Nakes di Manggarai

 

Petugas Puskesmas Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat, sedang melaksanakan Rapid Antigen, Senin (18/1/2021). (Foto: Adrian Paju)


Manggarai, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, menggelar kegiatan rapid test antigen terhadap seluruh Petugas Kesehatan (Nakes) di seluruh puskesmas dalam lingkup Pemda Kabupaten Manggarai.


Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 yang kian merebak. Selain itu, sebagai garda terdepan, seluruh Nakes harus dipastikan aman dari covid-19, sehingga proses pelayanan terhadap masyarakat terutama di masa pandemi covid-19 saat ini, dapat berjalan aman.


Kepada media ini via WhatsApp, Senin (18/1/2021), Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Manggarai, Asumta Ene Djone, mengatakan, kegiatan rapid test antigen yang dilakukan Dinkes Manggarai, sudah berjalan sejak Desember 2020 lalu. Namun kasus positif rapid antigen, baru ditemukan sejak Januari 2021.


"Kegiatan rapid test antigen ini gencar dilakukan sejak dua minggu lalu,” ungkapnya.


Ia menambahkan, rapid antigen positif adalah skrining awal atau penapisan yang digunakan sebagai deteksi dini infeksi covid-19, sedangkan terkonfirmasi adalah sudah terbukti secara PCT atau TCM.


"Prinsip pencegahan penyakit menular adalah skrining. Semakin banyak kita skrining, semakin banyak menemukan positif, sehingga semakin mudah untuk pemutusan mata rantai covid-19, dari pada fenomena gunung es,” jelasnya.


Untuk rapid test antigen, kata Asumta, akan terus dilakukan kepada seluruh Nakes di masing-masing puskesmas, yang didahului oleh senior-senior yang sudah di-OJT oleh Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada saat berkunjung ke Manggarai tahun 2020 lalu.


"Saat ini, saya minta untuk OJT, beberapa teman yang berprofesi sebagai analis laboratorium," katanya.


Menurutnya, saat ini, pihaknya tidak bisa berharap hasil PCR dan TCM dapat diketahui dengan cepat, karena antrian di Provinsi NTT cukup banyak. Apalagi, semua kabupaten di NTT ada di posisi yang sama dengan Kabupaten Manggarai dalam menunggu hasil PCR dari provinsi. Sementara TCM hanya ada di rumah sakit untuk suspect dan catrige juga sangat terbatas.


"Masyarakat Manggarai bisa bersyukur, kita sudah lebih banyak skrining dan menemukan banyak positif rapid antigen, selanjutnya isolasi selama 14 hari dengan taat 3M," jelasnya.


Asumta menyebutkan, dari 23 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai, sebanyak sepuluh puskesmas telah dilakukan rapid antigen, dan ditemukan sebanyak 55 orang dinyatakan positif rapid antigen. Sementara, untuk 12 puskesmas lainnya akan dilakukan rapid yang sama kemudian.


"Data rincian positif rapid antigen pada Nakes dari beberapa Instansi Kesehatan di Kabupaten Manggarai per 18 Januari 2021, sebanyak 78 orang, dengan rincian; Petugas Dinkes Manggarai sebanyak 23 orang, PKM Bangka Kenda 15 orang, PKM Cancar dua orang, PKM Dintor satu orang, PKM Iteng tiga orang, PKM Kota sembilan orang, PKM Lao sembilan orang, PKM Pagal lima orang, PKM Reo tiga orang, PKM Timung empat orang, PKM Watu Alo empat orang,” jelasnya.