SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Diterjang Angin Puting Beliung, RKD SMPN 5 Lamba Leda Ambruk

Iklan

FEC Media
31 Jan 2021, 16.45 WIB
News

Diterjang Angin Puting Beliung, RKD SMPN 5 Lamba Leda Ambruk

 
Ruang Kelas Darurat (RKD) SMPN 5 Lamba Leda yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung. (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Tiga unit Ruang Kelas Darurat (RKD) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Lamba Leda, di Desa Tengku Lawar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk hingga rata dengan tanah akibat diterjang angin puting beliung, pada Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 13.00 Wita.


Mirisnya, sebelum ambruk diterpa angin kencang, RKD hasil swadaya orang tua murid tersebut, terlihat sangat jauh dari rasa nyaman dan aman. Tak heran, dalam kondisi apapun, dapat mengancam keselamatan jiwa para guru dan peserta didik di sekolah tersebut.


Karena tak kunjung diperhatikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim, setahun berjalan, ruangan yang berdindingkan pelepah bambu itu tetap digunakan sebagai tempat belanja. Selain itu, ketiga RKD itu dibangun sebagai jalan alternatif orang tua murid, agar anak-anak mereka tidak menumpuk dalam tiga ruangan kelas yang telah di bangun pemerintah.


"RDK itu dibangun tahun 2019 lalu karena keterbatasan jumlah ruangan belajar, sementara jumlah siswa sekolah lebih banyak, sehingga RDK dapat dibangun untuk ruangan belajar sementara," ungkap Fransiskus Mbaga, salah seorang Tenaga Pendidik di sekolah tersebut.


Ia menuturkan, dari 153 siswa yang belajar di sekolah tersebut, ketiga RDK itu masing-masing digunakan untuk 24 orang siswa sekolah dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap hari.



"Ketiga RDK itu digunakan untuk kegiatan belajar Kelas IX-A, IX-B dan Kelas VIII-B, masing-masing dihuni sebanyak 24 orang siswa, dengan difasilitasui 24 unit meja dan 24 kursi siswa, ditambah masing-masing dua meja dan kursi guru, serta 2 papan tulis," jelasnya.


Beruntung, ambruknya ketiga bangunan itu di saat sekolah tidak melaksanakan KBM, sehingga tidak ada korban jiwa.


"Belum diketahui persis kerugian yang ditaksir akibat peristiwa itu, yang jelas sebanyak 78 buah perangkat meubel (kursi, meja dan papan tulis) milik sekolah dari ketiga ruangan itu menjadi sasaran ambruknya bagian atap ruangan," tukasnya.