Iklan

Yeremias Yosef Sere
17 Jan 2021, 21.46 WIB
News

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Titian Korobhera Putus

 

Jembatan Titian Korobhera saat diterjang banjir bandang. (Foto: Ist)

Sikka, Floreseditorial.com - Akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Mego, dan sekitarnya, pada Minggu (17/1/2021), Jembatan Titian Korobhera putus dan hanyut diterjang derasnya arus banjir bandang di Sungai Kali Wajo.


Jembatan titian itu merupakan penghubung utama dari dan ke Desa Korobhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, Jembatan Korobhera juga merupakan jembatan penghubung jalur Pantai Selatan wilayah Kabupaten Sikka.


Kepada floreseditorial.com, Hendrikus Darwin Beja, warga Desa Korobhera, menuturkan, jembatan tersebut ambruk dikarenakan banyaknya anak sungai yang mengalir dan tertampung di tempat itu.


“Jadi, banyak anak sungai dari pegunungan yang airnya mengalir dan tertampung di Sungai Kali Wajo. Sehingga, jembatannya ambruk karena airnya tertampung di situ,” terangnya.


Ia menjelaskan, akibat ambruknya jembatan tersebut, akses jalan menuju Desa Korobhera lumpuh total, dan semua warga pun terisolir.


Sementara itu, persawahan warga yang berada di tepian sungai, ikut terendam dan tersapu banjir.


“Kalau banjir ini tidak bisa diatasi, mungkin sebagai alternatifnya harus menggunakan perahu motor. Warga Desa Korobhera akan melewati pesisir pantai, untuk bepergian ke beberapa daerah lainnya dengan memakai perahu,” ujarnya.


Menurutnya, jembatan tersebut baru selesai diperbaiki dengan menggunakan Dana Desa, dan diresmikan oleh Bupati Sikka pada tahun 2020 lalu. Namun, lanjutnya, belum sampai setahun, jembatan tersebut ambruk karena terjangan banjir yang begitu besar.


Ia mengungkapkan, jembatan yang memiliki panjang sekitar 40 meter tesebut, saat ini dimanfaatkan oleh warga Desa Korobhera dan warga Desa Nanga, Kecamatan Lela.


Jembatan itu, menurutnya, kedepannya akan diprioritaskan untuk menghubungkan wilayah Pantai Selatan Kabupaten Sikka yakni, wilayah Kecamatan Mego, Kecamatan Paga, Kecamatan Lela, dan Kecamatan Bola.