Iklan

Ignasius Tulus
11 Jan 2021, 20.20 WIB
News

Dua Warga NTT Jadi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182, Begini Tanggapan Pemprov NTT

 

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marianus Ardu Jelamu. (Foto: Ist)


Kupang, Floreseditorial.com – Meski tidak menggunakan identitas asli, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap agar pasangan suami istri (pasutri), Theofilus Lau Ura Dari dan Shefi Lio, asal Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, NTT yang dikabarkan menjadi korban kecekalaan jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, pada Sabtu (9/1/2021) lalu, dapat diperhatikan dengan baik sebagaimana korban lainnya. 


Diketahui, keduanya tercatat sebagai korban, namun tidak tercatat dalam Data Manifestasi Penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Perairan Kepulauan seribu, karena tidak menggunakan identitas asli atau menggunakan KTP milik orang lain.


"Harapan kita semoga suami istri ini tetap diperhatikan sebagaimana korban lainnya," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marianus Jelamu, kepada floreseditorial.com, Senin (11/1/2021) sore.


Ia mengakui, kedua penumpang tersebut memang telah melakukan pelanggaran.


"Mungkin mereka sulit mengurus KTP karena kesulitan ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ada KTP," ungkapnya.


Ia menegaskan, pelanggaran yang dilakukan kedua penumpang asal Kabupaten Ende itu merupakan peringatan bagi masyarakat lainnya.


"Ini pembelajaran bagi orang lain, agar lengkapi diri dengan identitas diri yang sah. Ini sangat penting. KTP adalah identitas diri sebagai penduduk yang sah di satu wilayah dan berguna untuk berbagai urusan, termasuk ketika kita melakukan perjalanan," terangnya.


Kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende, Mantan Pejabat Bupati Manggarai itu berharap dapat membantu keluarga korban, dalam mengurus berbagai kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.


Diberitakan media ini sebelumnya, kedua korban kecelakaan jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 asal Ende, NTT di Perairan Kepulauan seribu, dengan rute penerbangan Jakarta – Pontianak, bernama Theofilus Lau Ura Dari (20) atau akrab disapa Olus dan istrinya yakni, Shefi Lio, asal Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Flores, NTT, ternyata tidak tercatat dalam Data Manifestasi Penumpang. 


Pada Senin (11/1/2021) saat dihubung media ini melalui telpon seluler, keluarga Olus bernama Benediktus, mengatakan, pihak keluarga sempat panik mendengar informasi tersebut.


"Awalnya, keluarga sempat merasa panik pasca mendengar informasi bahwa saudara kami Olus, merupakan salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air. Namun, namanya tidak tercatat dalam data Manifestasi Penumpang,” terangnya.


Ia mengatakan, benar secara fisik, Olus berangkat. Tetapi identitas nama dalam data Manifestasi Penumpang Sriwijaya Air merupakan identitas keluarga yang berada di Jakarta, bernama Feliks Wenggo.