Iklan

Redaksi Flores Editorial
13 Jan 2021, 14.00 WIB
News

Isu Ikan Beracun Merebak, Penjual Ikan di Satar Mese Mengeluh

 

Lapak penjual ikan milik, Siti Saida Natasdi, di Desa Legu, Kecamatan Satar Mese. (Foto: FEC Media)

Manggarai, Floreseditorial.com - Masyarakat nelayan Satar Mese yang mendiami Pesisir Selatan Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam sepekan terakhir menjadi pihak yang paling dirugikan atas isu ikan beracun, yang marak beredar di Kabupaten Manggarai. Para pedagang ikan mengaku dirugikan akibat merebaknya isu tersebut.


Siti Saida Natas, seorang pedagang ikan setempat, mengatakan, para nelayan di desanya mengeluh. Pasalnya, isu tersebut membuat konsumen mulai urung membeli ikan.


“Sudah hampir satu Minggu ini, ikan tidak laku, Pak” kata Siti Saida, Rabu (13/1/2021), saat ditemui media ini di lapak miliknya di Desa Legu, Kecamatan Satar Mese.


Menurutnya, merebaknya isu tersebut membuat banyak hasil tangkapan nelayan mubazir, dan ikan yang dijual di pasar pun urung dibeli konsumen.


Terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai, Lambertus Patut, kepada floreseditorial.com, mengatakan, semua isu yang beredar bahwa ikan tembang dan ikan tongkol mengandung racun, itu tidak benar.


“Kami sudah melakukan cek sampel semua ikan, dan berdasarkan hasil sampel yang kami ambil di pasar, hasilnya semua normal dan tidak ada yang mengandung racun,” ungkapnya.