Iklan

 


Rian Laka
23 Jan 2021, 16.15 WIB
News

Jenazah Shelfi Daro, Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182 Tiba di Ende

 

Penyerahan jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ182 atas nama, Shelfi Daro, dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, dipimpin Bupati Ende kepada perwakilan keluarga korban, di Bandara H. Hasan Aroebusman Ende. (Foto: Rian Laka)

Ende, Floreseditorial.com - Jenazah Shelfi Daro, korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, tiba di Bandara H. Hasan Aroebusman Ende, Sabtu (23/1/2021) siang.


Disaksikan media ini, jenazah tiba di Ende bersama empat orang keluarga, menggunakan Pesawat Wings Air dari Jakarta.


Rombongan keluarga beserta jenazah disambut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende, dipimpin langsung oleh Bupati Ende dan dihadiri sejumlah Pimpinan OPD Kabupaten Ende. Seremoni pnyerahan jenazah dilakukan oleh Bupati Ende, Djafar Achmad, dengan menyerahkan jenazah kepada pihak Keluarga, untuk dipulangkan menuju kampung halaman, di Desa Numba, Kecamatan Wewaria.


Perwakilan keluarga, Gabriel Dala Ema, mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Ende dan Keluarga besar Ende yang berada di Jakarta, karena telah membantu mengawal proses identifikasi jenazah korban oleh Tim DVI Mabes Polri di RS Polri Kramatjati Jakarta.


Gabriel menginformasikan, berdasarkan rencana, jenazah korban akan langsung dibawa ke kampung halaman, dan untuk pemakaman akan dilaksanakan pada Minggu (24/1/2021) di Numba, Kecamatan Wewaria.


Sementara itu, Bupati Djafar, menyampaikan, kasus kematian kedua korban harus menjadi pelajaran untuk masyarakat Ende.

Lanjutnya, jika hendak bepergian ke luar daerah, kota ataupun ke luar negeri untuk urusan apapun, termasuk untuk mencari pekerjaan atau menempuh pendidikan, harus mengantongi identitas kependudukan yang jelas. Sehingga kejadian serupa, tidak terulang.


“Sebelum bepergian, masyarakat harus memiliki data kependudukan yang lengkap baik KTP, KK, akta serta dokumen kependudukan lainnya. Sehingga, apabila terjadi musibah, urusan tidak rumit seperti ini,” ucapnya.


Ia berharap, kejadian yang dialami oleh kedua korban, Theofilus dan Shelfi, harus menjadi pelajaran yang sangat berharga dan berarti untuk semua warha yang hendak bepergian ke luar daerah. 


“Kiranya seluruh keluarga dari, Theofilus dan Shelfi, harus menerima musibah ini dengan lapang dada. Karena takdir seseorang, sudah ditentukan oleh Tuhan. Maka keluarga harus terima,” tukasnya.


Sebelumnya, pemerintah daerah kabupaten Ende juga menerima Jenazah Theofilus Lau Ura Dari, salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Bandara H. Hasan Aroebusman Ende, Jumat (22/1/2021) pagi.