Iklan

Ignasius Tulus
16 Jan 2021, 13.06 WIB
Hukrim

Kasus Sengketa Tanah di Labuan Bajo, Kejati NTT: Kerugian Negara Rp 1,3 Triliun

 

Kajaksaan Tinggi NTT saat memberikan Konferensi Pers kepada Wartawan di Kupang. (Foto: Ignas Tulus)

Kupang, Floreseditorial.com - Estimasi kerugian negara atas kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata tidak mencapai Rp 3 Triliun, seperti yang diberitakan selama ini.


Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Yulianto, saat memberikan Konferensi Pers kepada Wartawan di Kupang beberapa waktu lalu.


“Kami sudah menerima hari ini hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang muncul. Jadi sesuai dengan perhitungan, kerugian keuangan negara yang muncul yakni, Rp 1,3 Triliun lebih,” ujarnya.


Menurutnya, kerugian negara sebesar Rp 3 Triliun yang sebelumnya sudah diketahui publik, hanya berdasarkan perkiraan penyidik.


“Ya, sama seperti ketika saya menyampaikan kerugian keuangan negara, kasus di Kota Kupang, estimasinya Rp 200 Miliar, ternyata yang muncul dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah sebesar Rp 66 Miliar,” ungkapnya.


Diberitakan beberapa media sebelumnya, kerugian negara atas kasus jual beli aset negara di Mabar itu mencapai Rp 3 Triliun.