Advertisement

Redaksi Flores Editorial
11 Jan 2021, 14.54 WIB
Hukrim

Kejati NTT ‘Endus’ Keterlibatan Lawyer Dalam Kasus Toro Lema

Kantor Kejati NTT. (Foto: Ignas Tulus)


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Sengketa lahan negara di Toro Lema, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengungkap sejumlah fakta-fakta baru.


Hingga saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT telah memeriksa lebih dari 100 orang saksi, dalam kasus yang diduga telah merugikan negara senilai tiga triliun rupiah itu.


Informasi yang diperoleh floreseditorial.com, kini kasus tersebut turut menyeret nama sejumlah lawyer yang diduga berperan sebagai perantara untuk menjual tanah tersebut.


Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, saat dihubungi media ini, Sabtu (9/1/2021), menjelaskan, pihaknya telah memeriksa beberapa orang lainnya termasuk para lawyer.


“Mereka sudah diperiksa di Jakarta,” tandasnya.


Menurutnya, peran para lawyer tersebut terungkap saat pemeriksaan yang dilakukan di Jakarta.


Dari para saksi yang telah diperiksa, kata Abdul Hakim, penyidik akan menyimpulkan siapa-siapa saja yang menjadi aktor utama ‘perampokan’ tanah negara di Labuan Bajo, untuk ditetapkan menjadi tersangka.


Ditanyai perihal mengapa perkara tersebut tidak diproses Perdata, Abdul Hakim, menjelaskan, Penyidik Kejati NTT meyakini bahwa kasus tersebut adalah murni kasus korupsi.


“Namanya juga lawyer, wajar kalau mereka mendesak demikian. Saya pun kalau jadi lawyer akan meminta demikian,” tuturnya.


Menurutnya, pihak Kejati NTT sudah meminta pendapat para ahli untuk menjelaskan duduk masalah tersebut.


“Kita sudah minta keterangan ahli untuk menjelaskan duduk masalah ini, dan mereka berkesimpulan, ini murni kasus korupsi. Tanah negara diambil dan dijual, itu korupsi,” tukasnya.