Advertisement

Ignasius Tulus
5 Jan 2021, 18.48 WIB
Hukrim

Kejati NTT Tak Buru-buru Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo

Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com -
Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), tidak akan terburu-buru menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tanah Rp 3 triliun di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).


Kesie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada floreseditorial.com, menjelaskan, pihak Penyidik tidak akan terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus yang telah menyeret nama Karni Ilyas dan Gories Mere itu.


“Penyidik tidak mau buru-buru, nanti malah susah pembuktiannya. Pasti akan diumumkan,” kata Abdul Hakim, Selasa (5/01/2021).


Menurutnya, Penyidik akan mengumpulkan semua alat bukti sebelum menetapkan tersangka.


“Biar Penyidik selesaikan tuntas, baru diumumkan. Biar lambat asal selamat dan tuntas perkaranya,” tandasnya.


Ia menambahkan, Kejati NTT membutuhkan dukungan masyarakat NTT agar bisa menyelesaikan berbagai kasus korupsi yang ada di NTT, termasuk dugaan korupsi tanah negara senilai hampir Rp 3 triliun di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar itu.


Untuk diketahui, selain menyita tanah di Labuan Bajo, dalam kasus tersebut, Kejati NTT juga telah menyita dua unit hotel yakni, Hotel CF Komodo yang berlokasi di Jalan Alo Tanis Lamantoro, Kelurahan Labuan Bajo dan Hotel Adryan yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. 


Penyitaan dua unit hotel di Labuan Bajo itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kejati Nomor: Print-15/N.3/Fd.1/10/2020 tertanggal 08 Oktober 2020 dan Penetapan Pengadilan Negeri Kupang Jelas 1A tanggal 17 Desember 2020.