Iklan

FEC Media | Verified Writer
17 Jan 2021, 13.40 WIB
HeadlineHukrim

Kejati NTT Telisik Aliran Dana Mega Korupsi Rp 1,3 T di Labuan Bajo

Kajaksaan Tinggi NTT saat memberikan Konferensi Pers kepada Wartawan di Kupang. (Foto: Ignas Tulus)

 

Kupang, Floreseditorial.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT telah menetapkan sedikitnya 16 orang, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tanah negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).


Kejati NTT akan terus mengusut kasus tersebut hingga tuntas, termasuk mengenai aliran dana dari aset negara senilai Rp 1,3 Triliun itu.


Kepala Kejati NTT, Yulianto, melalui Kasie Penkum, Abdul Hakim, menegaskan, jika dalam pengembangan penyidikan ditemukan unsur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kejati NTT tak ragu untuk menetapkan para tersangka dengan Undang-Undang (UU) TPPU.


"Fakta hukum akan kami ungkap. Ketika dalam fakta hukum kita bisa tetapkan UU yang lain, kita tak akan pernah ragu-ragu menetapkannya. Apapun itu dengan kerangka penegakan hukum," kata Abdul Hakim, Minggu (17/1/2021).


Abdul menyatakan, saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan menjerat para tersangka dengan UU TPPU. Dikatakan, pihaknya memerlukan waktu untuk mengungkap kasus dan menelusuri aliran dana penjualan aset negara di Labuan Bajo itu secara menyeluruh.


Untuk menelusuri aliran dana tersebut, Abdul menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurut Abdul, pelibatan PPATK akan dilakukan jika memang dibutuhkan.


"Ini bagian penyidikan, tentu nanti kita akan lihat ke sana (kerja sama PPATK). Namanya proses penyidikan. Akan kami lakukan sesuai prosedur hukum untuk menjaga kualitas (penyidikan). Akan kami lakukan secara hukum ketika itu dibutuhkan," tukasnya.