Iklan


 

Rian Laka
14 Jan 2021, 15.18 WIB
News

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Ende Jalani Tes DNA di Jakarta

Petugas KPLP dan Basarnas memeriksa barang temuan yang diduga serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Dermaga JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (Foto: Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Ende, Floreseditorial.com - Perwakilan keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertolak ke Jakarta atas permintaan Manajemen Maskapai Sriwijaya Air.


Salah satu keluarga korban yakni, Benediktus, dihubungi media ini via telepon, membenarkan perihal dua orang perwakilan keluarga korban yang berangkat ke Jakarta untuk memenuhi panggilan pihak Sriwijaya Air.


Ia mengatakan, hal itu bertujuan untuk memperlancar proses identifikasi korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, melalui Tes DNA kepada orang tua kedua korban tersebut.


“Kemarin saya sudah menyampaikan ke Pak Bupati Ende, untuk memfasilitasi keberangkatan kedua keluarga korban ke Jakarta, untuk dilakukan Tes DNA di RS Bhayangkara, Kramat Jati. Dari hasil komunikasi itu, lantas saya menelepon Pak Gabriel dari keluarga korban atas nama Shelfi Daro. Katanya, Pak Bupati menyampaikan, keluarga tidak bisa ke Jakarta karena alasan covid-19. Kemudian saya sampaikan kalau alasan covid-19, kita tidak pernah tahu sampai kapan,” terangnya.



Ia menyampaikan, pagi ini (14/1/2021), kedua keluarga korban sudah bertolak dari Ende menuju Jakarta. Mereka berharap, kedua keluarga tiba lebih awal, sehingga dari hasil Tes DNA tersebut, proses evakuasi korban dapat berjalan lebih cepat.


Terkait proses pencarian korban, berdasarkan informasi yang diperoleh media, sejumlah jenazah sudah ditemukan. Tetapi dari penemuan potongan organ itu, identitas korban belum bisa dipastikan.


“Karena untuk bisa memastikan, terkecuali dari hasil Tes DNA orang tua. Sehingga, dari potongan-potongan organ korban yang ditemukan, dapat dipastikan siapa korbannya,” terangnya.


Sementara itu, dari penyampaian pihak Rumah Sakit Bhayangkara, Kramatjati kepada keluarga, dinformasikan ada lima keluarga termasuk dua keluarga dari Flores, NTT yang belum melakukan Tes DNA.


“Tentunya saya dari pihak keluarga akan terus berupaya agar hak-hak dua korban dapat diselesaikan sebaik-baiknya, seperti harapan keluarga,” pungkas Benediktus.