Iklan

Yeremias Yosef Sere
12 Jan 2021, 16.38 WIB
Covid-19

Keluarga Pasien Covid-19 di Sikka Datangi Kantor Dinas Kesehatan

 

Ilustrasi (net)

Sikka, Floreseditorial.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (11/1/2021), kedatangan perwakilan keluarga pasien positif covid-19 yakni, almarhum MEL.


Keluarga almarhum datang untuk mengklarifikasi beberapa persoalan yang terjadi selama perawatan almarhum di RSUD T. C. Hillers Maumere, hingga proses pemakaman almarhum di Pemakaman Khusus Covid-19 Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka.


Sebelumnya, MEL, diketahui meninggal dunia pada 3 Januari 2021 di Ruang Isolasi RSUD T. C. Hillers Maumere.


Sedikitnya, ada empat point persoalan yang dimintai klarifikasi oleh pihak keluarga kepada pihak RSUD T. C. Hillers dan Dinkes Sikka yakni; 1. Diizinkannya Ibu almarhum mendampingi almarhum selama berada di Ruang Isolasi, 2. Proses penguburan yang dinilai keluarga tidak sesuai ketentuan protokoler kesehatan, 3. Terkait pesan broadcast yang beredar luas di WhatsApp tentang data medis almarhum, 4. Proses penanganan medis terhadap Ibu almarhum, sebagai salah satu kontak erat dengan almarhumah. Di mana Beliau dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri di rumahnya, sebelum dilakukan rapid test antigen.


Direktur RSUD T. C. Hillers Maumere, dr. Mercy Parera, mengatakan, pertimbangan petugas medis mengizinkan Ibu almarhumah mendampingi almarhumah selama perawatan, dikarenakan rasa kemanusiaan. Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran adanya permintaan almarhum agar ditemani oleh Ibunya dan kesediaan Ibunya untuk menemani dirinya.


“Kami menyadari bahwa itu tidak sesuai dengan protokoler kesehatan. Itu kami lakukan hanya karena pertimbangan kemanusiaan. Atas ketidaknyamanan ini, kami minta maaf,” ujarnya.


Terkait penanganan medis terhadap Ibu almarhum, dr. Shanti Delang, selaku Penanggung Jawab Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sikka, menjelaskan, terhadap Ibu almarhumah sudah dilakukan rapid test antigen oleh Petugas Laboratorium Dinkes Sikka pada tanggal 5 Januari 2020, dua hari setelah almarhum meninggal, dan hasilnya positif. 


“Karena hasil rapid test antigen-nya positif, jadi petugas lalu mengambil lagi sampel swab untuk dikirim ke Laboratorium PCR RSUD W. Z. Johannes Kupang. Saat ini, kita sedang menunggu hasilnya,” jelasnya.


Soal pesan broadcast yang beredar luas melalui WhatsApp, tentang data diri dan kondisi almarhum, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menyatakan, informasi tersebut hoax, sebab bukan merupakan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Sikka. 


Sementara itu, mengenai proses penguburan yang dinilai oleh keluarga tidak sesuai protokoler kesehatan, Petrus, menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kendala teknis yang terjadi selama proses penguburan. 


Menurut Petrus, berbagai persoalan yang disampaikan keluarga menjadi masukan yang baik bagi pihak Satgas Covid-19 Sikka, sehingga menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki kedepannya.


“Kami berterima kasih kepada keluarga yang sudah menyampaikan beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi bagi Tim Satgas. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas ketidaknyamanan ini,” ungkapnya.


Terhadap penjelasan-penjelasan tersebut, perwakilan keluarga almarhum, Dominikus Lobo, meminta agar pihak RSUD T. C. Hillers lebih ketat dalam menangani pasien terkonfirmasi positif covid-19. 


“Tim Dokter dan Kadinkes Sikka juga sudah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan protokoler kesehatan, dengan alasan pertimbangan kemanusiaan. Keluarga berharap kedepannya adalah protokol kesehatan tetaplah protokol kesehatan. Yang salah tetap salah,dan yang benar tetaplah benar, sehingga kita tetap pada satu misi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” tegasnya.