Advertisement

Robert Nong Soni
4 Jan 2021, 23.29 WIB
News

Keluarga Pasien Keluhkan Kebersihan di RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka

 

RSUD dr. RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka. (Foto:Ist)


Flores Timur, Floreseditorial.com - Keluarga pasien di RSUD RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) keluhkan fasilitas di RSUD tersebut yang tidak dibersihkan dengan baik.


Salah satu keluarga pasien, Siaful Sengaji, mengaku, di RSUD tersebut masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang tidak dibersihkan, yang membuat pasien dan keluarga pasien merasa terganggu dan tidak nyaman.


"Tadi malam, Mama saya muntah-muntah dalam ruangan sebelah kanan itu. Dia bilang macam ada bau kotoran kucing. Setelah kami pastikan, ternyata ada onggokan kotoran kucing di lantai dekat tempat tidur Mama saya," ungkap Siaful, Minggu (3/1/2021).

Sampah berserakan di sekitar RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka. (Foto: Robert Nong Soni)



Tak hanya dialami Saiful, keluarga pasien lainnya yang tak ingin namanya dimediakan, mengeluhkan hal yang sama. Menurut mereka, kebersihan di RSUD tersebut sepertinya tidak diperhatikan. Menurutnya, sejumlah tempat tidur di RSUD tersebut nampaknya tidak pernah dibersihkan.


"Saat petugas dorong tempat tidur untuk membaringkan Mama saya, Mama bilang kotor sekali itu. Dia mengaku tidak nyaman. Karena tidak ada kain lap atau saputangan, saya spontan buka jaket saya dan membersihkan debu dan tanah di atas tempat tidur. Setelah itu, barulah kami baringkan Mama," ungkap seorang keluarga pasien tersebut.


Selain keluhan tersebut, pihaknya pun membeberkan perihal layanan RSUD tersebut yang kurang baik. Ia mengaku, beberapa waktu lalu ketika dirinya berada di RSUD itu, Ia melihat salah satu pasien yang ditolak oleh pihak RSUD tersebut karena harus melalukan rapid test di luar terlebih dahulu.


"Beberapa Minggu yang lalu, saya tidak ingat persis tanggalnya, ada seorang anak muda yang dalam kondisi lemah sekali dilarikan ke rumah sakit ini. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa harus pulang rapid test dulu baru bisa dilayani," ujarnya.