Advertisement

 


Rian Laka
12 Jan 2021, 11.31 WIB
News

Keluhkan Masalah Listrik, Warga Dua Desa Kecamatan Detukeli Datangi Kantor DPRD Ende

 

Foto: Ist

Ende, Floreseditorial.com - Warga Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ende, pada Senin (11/1/2021), guna menyampaikan keluhan belum terpasangnya jaringan listrik di Desa Kebesani dan Desa Detukeli.


Pantauan media ini, pertemuan tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede, dan dihadiri sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Ende. 


Dalam dialog bersama DPRD Ende itu, mewakili warga serta Pemangku Adat Desa Detukeli dan Desa Kebesani, Marianus Helvis, menyampaiakan sejumlah keluhan kepada seluruh Anggota DPRD Ende, di Ruangan Rapat Gabungan Komisi Kantor DPRD Ende.


“Kami sebagai masyarakat dan juga warga serta pemangku adat, menyatakan sangat kecewa terhadap proses pembangunan jaringan listrik di wilayah kami, oleh pihak rekanan PT. Ride, dengan progres tidak menjunjung misi percepatan pembangunan, dalam hal ini percepatan penuntasan jaringan listrik,” terangnya.


Bahkan, kata Marianus, pihak rekanan itu tidak mampu memberikan kepastian limit waktu penuntasan jaringan listrik, hingga akhir tahun 2020.


Padahal, distribusi material jaringan listrik sudah dimulai sejak tahun 2017. Namun sampai saat ini, tiang-tiang yang di-droping pada tahun 2017 itu, sebagian besar masih tergeletak atau tertidur begitu saja, belum dipancangkan pada sejumlah titik di wilayah Desa Detukeli dan Desa Kebesani, Kecamatan Detukeli.


“Ini merupakan sejarah gelap, sejarah ketidakseriusan dan sejarah bermain-main terhadap penegasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memporak-porandakan agenda percepatan Indonesia Terang sebagaimana ditegaskan oleh Presiden RI Joko Widodo, yang telah diterjemahkan oleh kementerian terkait, diikuti alokasi anggaran,” papar Marianus.


Ia menambahkan, pihaknya sangat kecewa terhadap PLN Cabang Ende dan PT. Ride yang menjadi vendor pemasangan jaringan listrik. 


"Kemarin mengatakan, semua wilayah akan terpasang jaringan listrik sebelum akhir tahun 2020, namun kenyataannya hingga saat ini belum terpasang.

Kami sebagai masyarakat dan juga warga serta pemangku adat, sangat kecewa pada PT. Ride yang merupakan vendor yang ditunjuk oleh PLN sebagai pelaksana pembangunan jaringan listrik, yang mengerjakan jaringan listrik tersebut dengan sistem koneksi yang terputus-putus dari satu titik ke titik yang lainnya (memasang jaringan di kampung-kampung, red)," ungkap Marianus.


Menurutnya, kondisi real saat ini, jaringan listrik di Desa Detukeli hanya terpasang kabel yang menghubungkan sepuluh tiang saja, tanpa koneksi dari mana-mana.